Buka Puasa Bersama The Urban Muslimah

Hari sabtu minggu kemarin, 4 Agustus 2012 the urban muslimah dan urban mama ngadain acara buka puasa bersama dengan para member dan tentunya para moderator. Dari awal emang para mods ga pengen ngadain acara bukber di mall karena pasti penuh, rame dan suasanya jadi ga asyik karena terlalu rame, apalagi weekend ya semua orang pada pengen bukber semua, kalo rame kan ga asyik buat ngobrol ngalor ngidul, jadilah kita nyari tempat yg bisa disewa murah, terus pesen catering sendiri. Akhirnya acara buka puasa bersma diadain di TM Studio, tempat ini juga merupakan tempat playdate kita ke-3.

Dahsyat Luar Biasa ala TUM

Pengaruh dahsyat yang luar biasa saya rasakan sejak mengenal The Urban Mama, dan ini adalah kisahnya.

Perubahan status dari lajang, berkeluarga, lalu menjadi ibu dengan seorang bocah kecil yang lucu -hadiah paling manis dari Tuhan- tidak semudah yang saya bayangkan. Kesulitan dirasakan terutama karena sejak itu muncul segudang celah pengetahuan akan hal yang belum pernah saya alami dan ketahui sebelumnya yaitu tentang bagaimana menjadi ibu agar dapat  mengasuh dan mendidik anak dengan baik. Keterbatasan itu membuat saya berusaha untuk mencari informasi sebanyak-banyaknya tentang dunia parenting. Untungnya pada era ini kita telah banyak dimudahkan dengan kemajuan teknologi, terutama untuk pencarian informasi. Internet adalah salah satu media utama yang saya gunakan sampai pada suatu titik saya menemukan The Urban Mama, suatu situs web yang memuat banyak informasi yang saya butuhkan. The Urban Mama (TUM) membuat saya makin percaya diri menjadi seorang ibu yang keren, cantik, baik hati, murah senyum dan pintar! Hehe. Tak apalah sesekali memuji diri sendiri.

Di TUM saya mendapat banyak informasi berguna. Hal ini berkisar tentang parenting, mengolah keuangan keluarga, serentet daftar dokter-dokter hebat, tempat wisata yang menarik, dan juga lokasi-lokasi belanja baik online maupun offline yang telah berakar menjadi hobi wajib.  TUM juga membuat saya memiliki satu lagi hobi baru, yaitu Kopdar member TUM! Di TUM saya dapat leluasa curhat dan berbagi tentang kelahiran prematur anak saya -Mika-, yang disebabkan pre-eklamsia. Saya tidak lagi merasa sendirian di dunia ini, ternyata banyak Mama lain yang senasib-sepenanggungan dan mereka memberi dukungan yang luar biasa. Mama-mama lain juga tak mau kalah ikut serta merangkul sehingga saya merasa lebih ringan menghadapi keprematuran Mika.

Selain curhat dan sharing banyak ilmu dan pengetahuan berguna yang saya dapatkan. Beberapa diantaranya adalah pilihan memberi Susu UHT berserta takaran yang baik untuk Mika selepas dia berumur satu tahun karena saya tidak lagi dapat memproduksi ASI. Selain itu saya juga berusaha menerapkan konsep latihan bertoilet pada Mika, walau sampai sekarang belum berhasil dan menjadi PR buat saya. Masih banyak lagi topik dan bahasan di TUM yang dapat saya serap. Mulai dari proses kehamilan, melahirkan, mengasuh bayi sampai memilih sekolah anak dan mengatur anggarannya yang membuat saya percaya diri dalam membesarkan si Mika kecil. Dan yang lebih serunya lagi di TUM tidakk hanya membicarakan tentang anak, tetapi juga tentang  Mama dan Papa (sebagai orangtua) yang memiliki topik yang tak kalah menarik untuk dibahas dan dibagi pada sesama.

Pengaruh lain yang sangat luar biasa untuk saya adalah saya menemukan teman baru yang sama luar biasanya. Tak pernah terbayangkan sebelumnya memiliki teman-teman baru yang gaul, keren, asyik, heboh dan pintar. Semenjak lulus kuliah lalu bekerja dan menikah, saya terpisah jauh dengan teman-teman dekat. Saya menikah lebih dulu dibanding dengan teman-teman, sehingga untuk ngobrol masalah anak dan keluarga dengan mereka jadi agak susah nyambungnya. Hal ini menjadi salah satu alasan mengapa saya bergabung dengan TUM dan selalu bela-belain hadir kopdar untuk bertemu para Mama yang makin lama membuat saya memiliki makin banyak lagi teman super yang hebat. Kenapa saya bilang hebat? Karena Mamas di TUM ini benar-benar terbuka untuk berteman tanpa membedakan status sosial dan latar belakang lainnya. Merekalah yang membantu dalam banyak hal, termasuk menjawab pertanyan-pertanyan bodoh yang saya ajukan. Tidak hanya saya yang punya teman baru, Mika pun jadi punya banyak teman baru disini. Begitu pula sang suami -yang setia nganterin kopdar- mulai kenal dengan para Urban Papa yang tidak kalah keren dengan Urban Mama-nya. Ah, saya benar-benar senang memiliki teman-teman baru. Hidup menjadi lebih berwarna.

Situs web TUM itu didesain dengan keren, warnanya catchy, layoutnya modern dan terbuka dengan cepat dan baik. Penempatan artikelnya sistematis, sehingga mudah mencari artikel yang diinginkan. Bahasa yang dipilih pun terkesan ringan dan tidak ngejeliwet. Awalnya hal ini tidak membuat saya berpaling dari situs web parenting lainnya yang saya ikuti. Tetapi lama-kelamaan ke-catchy-an dan fitur-fitur OKnya terkesan sangat beda dengan yang lain. Saya merasa nyaman ketika browsing TUM. Jadilah saya perlahan mundur dari situs parenting yang lain.

Hihi, kesannya koq sombong amat ya saya, melihat situs parenting dari suatu desainnya? Bagi saya, ini sangat berpengaruh dan berbuah nilai tersendiri. Situs web yang dengan desain yang indah dan cantik, sesuai dengan tema, lalu dikemas dengan rapi membuat pengunjungnya jatuh hati untuk menghabiskan waktu menelusurnya. Nah hal tersebut saya dapatkan dari TUM, ditambah sekarang sudah ada versi mobile-nya, membuat saya semakin jatuh hati. Oh iya, karena begitu jatuh hatinya TUM, situs web TUM sampai saya bookmark di browser komputer desktop kantor, laptop dan telepon saya dan menjadikannya default-home. Jadi, ketika membuka browser, situs TUM langsung nongol. Tuing!.

Satu hal lagi yang saya suka dari TUM, yaitu Moto nya: “There is always a different story in every parenting style”. Moto ini kena banget buat saya. Bagi saya, setiap orangtua memang mempunyai cara tersendiri dalam mengasuh dan membesarkan anak mereka tanpa harus disama-samakan, dibeda-bedakan dengan cara orang lain bahkan cara orang tua kita sendiri, apalagi sampai dihakimi. Saya dan suami berpendapat sama, kami ingin memilih cara sendiri dalam mengasuh dan membesarkan Mika tanpa dibanding-bandingkan, walaupun hasilnya pasti banyak kesamaan dengan orangtua lainnya. Bagi saya perbedaan tersebut membuat kita semakin kaya ilmu dalam mencari style kita sendiri dalam dunia parenting, bukan cuma ikut-ikutan, tetapi menyerap ilmu yang baik dari cara yang dipilih orangtua lainya dalam membesarkan anak mereka.

Beruntung saya memiliki orangtua dan mertua yang berfikir cukup modern. Mereka tidak mau banyak terlibat dalam bagaimana saya dan suami mendidik anak serta menyerahkan sepenuhnya kepada kami. Wejangan dan standar baku dari orangtua dan mertua pasti ada, tetapi kembali, semua kami pilah-pilah dengan baik sehingga sesuai dengan gaya parenting kami. Nah, hal ini juga yang saya temukan di TUM, sesuai dengan motonya, tidak ada Mamas -sebutan member TUM- yang gemar menyalahkan  kesalahan member lainnya jika ada yang memilih gaya parenting yang tidak sesuai dengan dirinya atau masyarakat pada umumnya, bahkan jika memang salah. Kasus tunjuk maling, saya menyebutnya, dimana si (baru) tertuduh maling ini langsung dihakimi bersalah seratus persen, tanpa mengetahui dahulu duduk perkara, alibi dan alasannya.

Sepengamatan saya, kasus seperti itu banyak terjadi di komunitas parenting lain. Berbeda dengan TUM, disini saya dibuat sangat nyaman dan tidak takut dalam bercerita, tidak takut nantinya akan disalahkan. Komentar yang dilayangkan lebih kepada berbagi pengalaman walaupun berbeda. Member TUM saling memberi dukungan moril dan saling mengarahkan pada pendapat lainnya yang dikira pantas, bahkan pada pendapat ahli yang dikutip dari berbagai sumber. Pada hakikatnya kita sama-sama manusia yang berilmu terbatas dan kerap kali salah. Saling berbagi membuat kita berwawasan lebih luas lalu yakin dan percaya diri kedepannya untuk terus belajar menjadi orangtua yang lebih baik lagi. Yeah, hidup memang indah apabila kita dapat berbagi tanpa harus takut disalahkan.

Saya yakin, bahwa hampir semua member TUM adalah ibu-ibu muda seperti saya yang baru dalam berumahtangga dan memiliki anak. Banyak diantaranya yang sama gagapnya seperti saya tentang dunia parenting dan haus akan pengetahuan. Tetapi banyak juga member yang lebih senior jika dibanding saya dalam berumah tangga dan memiliki anak. Perbedaan-kesamaan inilah yang saya yakini membuat kami, The Urban Mama menjadi mama-mama yang hebat.

Menurut saya, TUM adalah jembatan bagi kami para orangtua untuk saling belajar, bertukar informasi dan saling berbagi. Tapi tak lupa, pondasi dari jembatan inilah yang amat penting, yaitu orang tua yang keren-keren yang seriap hari selalu setia berbagi di TUM. Karena itu, TUM sangat berpengaruh besar bagi saya dan keluarga. Dengan TUM, saya dapat terus belajar dan berbagi. Tapi yang jelas, dengan TUM saya bisa menjadi IBU yang keren buat Mika. Hihi.

Selamat ulang tahun TUM tercinta,

Terima kasih telah menjadi bagian yang luar biasa istimewa di keluarga saya.

TUM (The Urban Mama) Halal Bihalal

Sabtu tanggal 18 September 2010 merupakan acara Halal bihalalnya The Urban Mama di Urban Kitchen Plaza Indonesia. Mama-mama yang dateng ternyata banyak juga, Oh ya ada juga SLesta dan Ninit sebagai pendirinya The Urban Mama, jadilah semakin seru.

Datengnya sempet terlambat, acara jam 11, tapi baru berangkat

dari Bogor jam 11 kurang, hihi ngaret bener ya. Tapi tak apalah yang penting niatnya baik. Sampai di lokasi langsung ikutan foto-foto, soalnya pas gw dateng, tuh mamas semuanya yang udah dateng duluan pada foto-foto, langsung saja gw melipir ikutan foto, hihi *bancifoto*.

Acaranya seru banget lah, ada doorprizenya dan alhamdulillah dapet doorprize dan juga dapet voucher, horay! Inilah beberapa foto-foto para Urban Mama pas ketemuan.

  • Siapa hayoh?

    ga suka kekerasan, sebel bunyi klakson, suka renang, ga suka makan babat, suka banget pizza dan buah duku