Tak kusangka akhirnya aku menggunakan juga sunting di kepala yang menyiksa itu. perlu kujelaskan bagi kalian yang tak tahu sunting, sunting itu yang ada di kepala pengantin wanita padang yang besar dan tinggi itu, paham kan?.

Aku tak merasa tersiksa ketika menggunakan pakaian pengantin ketika akad, karena memang tidak begitu ribet, cukup kain dan kebaya, kemudian jilbab yang dihias dan ditambah dengan melati. begitu santai aku mengenakannya.

Tiba saatnya resepsi dimulai, dan aku harus menggunakan pakaian minang. pertama yang dilakukan, aku mengenakan pakaian minang yang berlapis-lapis, ketika ku pegang pakaian yang musti kupakai, aku langsung bilang “bajunya aja berat, apalagi suntingnya, matilah aku”. tapi karna bahagia, aku menyakinkan diri bahwa aku pasti bisa.

Apa yang mereka lakukan pada kepalaku? rambutku yang pendek dan sedikit itu dipilah-pilah dan diiket bersama seonggok / segepok daun pandan yang telah dikemas menjadi satu seperti bata bentuknya. rambutku diikat bersama daun pandan itu dengan begitu cepatnya sehingga sering pula aku teriak kesakitan. dan betenya, si pemasang sunting itu pun bilang “rambutnya irit banget”, fiuh…aku kan sudah setengah mati manjanginnya, masih juga dibilang irit, Dasar!. setelah rambutku berhasil di ikat semua ke daun pandan, tibalah saatnya pemasangan sunting satu persatu. karna sudah terbiasa memasangkan sunting di kepala orang, cepat sekali dia (wanita yang memasangkan sunting) memasangkan sunting tersebut ke kepalaku, sampai-sampai aku teriak beberapa kali karna rambutku tertusuk oleh sunting-sunting itu. tak ada 15 menit, sunting di kepalaku telah selesai dan sangat rapih dipasangkan olehnya. aku melihat ke kaca dan “wah….tinggi sekali suntingnya….”. tak bisa diprotes, ya sudahlah aku terima saja sunting setinggi dan sebesar itu. tetapi aku merasa bahwa sunting itu tidak kuat dikepalaku, karna kalo aku nunduk, sunting itu ikut bergerak, akupun menjadi khawatir dan kubilang ke dia ” mbak suntingnya kayak mo copot” dan dia bilang “enggak emang kayak gitu koq rasanya” dan benar saja, ketika aku hendak duduk tiba-tiba saja sunting itu bergerak dan rasanya ingin copot, aku pun berteriak, tapi…ga ada yang copot. dan katanya itu hanya efek saja karna rambutku pendek sehingga sulit untuk terikat dengan kuat. ya sudahlah apa mo dikata.

Tiba saatnya acara resepsi, aku harus berjalan iringan pengantin dari samping gedung sampai masuk gedung, lumayan panjang juga. aku pun hati-hati berjalan dengan mengenakan sunting yang aku sendiri pun belum terbiasa dengannya. sangat hati2 sekali sampai akupun tak berani atau tepatnya tak bisa tengok kanan kiri, takut suntingnya jatuh. ketika sampai di pelamina, aku merasakan bahwa rambutku tertarik, sakit rasanya. aku coba untuk memperbaiki letak sunting tapi tak ada hasil, masih saja sunting itu menarik rambutku. apa mo dikata, acara sudah dimulai dan sunting itu tak bisa diapa-apain, walhasil selama 2 jam respsi, aku merasakan kesakitan karena ketariknya rambutku.

Hal-hal yang kurasakan memakai sunting:

  • Ga bisa tengok kanan kiri, mo ambil minum yang ada di samping ku aja susah banget
  • Ga bisa cepika cepiki ma tamu2 yang dateng, dah diwanti2 ma juru riasnya “nanti kalo salaman jangan maju buat cium pipi ya, biar orang aja yang nyamperin buat cium pipi”
  • Sakit bukan kepalang ketika sunting itu menarik rambutku selama 2 jam
  • Ga bisa foto berpose bebas karena takut suntingnya copot
  • Intinya….Ga bebas deh…..

Selesai juga acaranya, yang kuinginkan hanya satu….cepet-cepet buka sunting ini. dan bener saja ketika satu persatu sunting itu dilepas, lega rasanya. aku bisa melakukan apapun dengan bebas tanpa ada beban.

Jadi…buat temen-temen yang mo nikah pake adat padang, siap-siap aja ya……

Comments (1)

  • poetra

    walaupun berat tapi masih di pakai kan!kepada temen2 yang mau nikad pakai adat padang jangan takut karna zaman uadah maju so cara yang di pakai pun sudah maju juga g kayak dulu lagi…..

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked (*).

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

  • Siapa hayoh?

    ga suka kekerasan, sebel bunyi klakson, suka renang, ga suka makan babat, suka banget pizza dan buah duku