Terkadang jawaban kita SUDAH! tetapi kenyataan yang ada kita tidak benar-benar bersyukur. Kenapa begitu? karena ya namanya juga manusia, lebih banyak mengeluh/tidak bersyukurnya dibandingkan bersyukurnya, iya kan? iya lah pasti dan jujur gw pun begitu. Terkadang kita suka ga sadar bahwa kita selalu mengeluh dan mengeluh mengenai segala hal, baik pekerjaan, rumah tangga dan juga tentang pahitnya kehidupan ini yang pada akhirnya kita baru bilang bersyukur ketika keinginan kita tercapai atau tidak tercapai, kalo tercapai jelas lah ya kita pasti bersyukur banget nget nget, tapi kalo tidak tercapai terkadang kita juga bersyukur yang sebenernya itu adalah keluhan, contohnya kita berharap dapat promosi kantor karena menurut kita, kita sudah bekerja sebaik mungkin dan layak untuk mendapatkan promosi, tetapi kenyataannya kita ga dapet promosi, sudah pasti kita kecewa kan tetapi karena takut yang keluar dari mulut kita atau diri kita adalah keluhan, maka tanpa sadar kita membuat pembelaan diri dengan bilang, ah gpp koq, bersyukur juga gw ga dapet promosi dibandingkan gw dipecat?. Nah coba lihat, itu sebenernya rasa syukur atau sebenernya pembelaan diri kita atau keluhan yang tanpa kita sadari? gw memilih untuk bilang: ya itu pembelaan diri dan keluhan dengan membawa embel-embel bahwa kita bersyukur dengan apa pun.

Nah sebenernya arti kata syukur itu kan lebih kepada rasa terima kasih kita kepada Tuhan atas karunia yang dia berikan. Nah dari sini jelas bahwa bersyukur adalah ucapan terimakasih kita kepada Tuhan atas apa yang Dia kasih atau beri ke kita. Nah kalo misalnya ada kata-kata ya bersyukurlah gw daripada bla bla bla, nah kalo ada daripadanya dimanakah rasa bersyukurnya? berarti loe ngucapin terimakasih sama Tuhan ga ikhklas dunk dan kesannya akan lebih baik kalo Tuhan ngasih gw ini buka itu, iya ga? ngerasa gitu ga sih? gw yakin pasti kita ngerasa gitu dan kadang malah dengan santainya bilang: ya gw sih bersyukur aja lah sama apa yang ada sekarang. Gw ngerti banget maksud kata-kata itu bukannya ga mau terimakasih sama Tuhan tapi memang ada hal atau perasaan lain yang pengen dan lebih dari apa yang loe dapet sekarang, makanya keluar kata-kata: bersyukur aja lah, kalo gitu sama aja dengan bilang: ya udah makasih ya Tuhan. Sebenernya gw ga mempermasalahkan gimana orang mau ngucapin syukurnya ya, cuman gw lebih ke arah, sudah bener-bener belum sih kita bersyukur atas apa yang Tuhan kasih ke kita? apa cuman di bibir aja gw bilang bersyukur padahal hati gw belum bersyukur? itu sih intinya.

Gw sadar, manusia diciptakan Tuhan sebagai makhluk yang tidak sempurna dan tidak pernah puas, makanya lahirlah kata bersyukur kepada Tuhan. Nah yang jadi PR buat gw adalah, apakah gw bener-bener telah memahami dan merasakan arti dari sebuah arti kata syukur? bersyukur?. Bisa ga sih gw ngejalanin hidup ini sesuai dengan jalannya dan selalu bersyukur dengan apa yang gw dapat tanpa harus melihat kehidupan orang lain? karena menurut gw dengan melihat orang lain, misalnya kehidupan orang lain membuat kita bertanya apakah gw sudah benar-benar bersyukur? sebagai manusia pasti kita ingin menjadi orang yang lebih dari orang lain, bisa mengikuti semua keinginan kita, bisa beli macem-macem yang kita ingin, bisa jalan-jalan keliling dunia dan ketika keinginan kita tersebut belum bisa kita dapatkan, yang keluar dari kita bukanlah bersyukur tetapi keluhan dan mengeluh kenapa kita tidak bisa seperti itu, iya kan? Kalo sudah seperti ini gimana?

Nah kalo sudah seperti ini coba kita mulai menelaah lagi buat apa kita bersyukur? seperti yang gw bilang bahwa bersyukur, itu namanya kita berterimakasih sama Tuhan dengan apa yang kita punya sekarang. Kita terlahir di dunia ini dengan keadaan yang kita tidak ketahui apapun yang akhirnya Tuhan kasih kekita berupa pendengaran, penglihatan dan hati agar kita terus bersyukur (QS. An Nahl: 78). Dari situ jelas bahwa yang ada pada diri kita sekarang ini adalah nikmat dan karunia yang kitad apat dari Tuhan yang harus kita syukuri tanpa harus melihat hal-hal lain yang bisa membuat rasa syukur kita hilang. Dan jelas juga dijelaskan disini: “Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan: Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” (QS. Ibrahim: 7). lalu kebanyakan manusia tidak bersyukur: “Dan ketika Kami (Allah) memberikan nikmat kepada manusia, ia memalingkan muka dan bersikap angkuh, dan ketika ia ditimpa keburukan ia berputus asa.” (QS. Al Isra’ : 83). Terlihat jelas disini bahwa apabila kita iklhas menghadapi kehidupan ini, bersyukur atas kebahagian yang kita dapat tanpa harus melihat kebahagian orang lain, akan membuat kita menerima lebih banyak nikmat yang Tuhan kasih ke kita tapi jika sebaliknya kita tidak akan pernah belajar mensyukuri apa yang telah kita dapat dan berjalan kepada keputus asaan dunia.

Jadi pertanyaan kembali kepada diri gw sendiri: sudahkah gw benar-benar bersyukur dengan apa yang Tuhan kasih ke gw?.

Pertanyaan yang sama buat kalian………………

Semoga kita termasuk golongan orang-orang yang bersyukur, Amin.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked (*).

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

  • Siapa hayoh?

    ga suka kekerasan, sebel bunyi klakson, suka renang, ga suka makan babat, suka banget pizza dan buah duku