Ketika dari tahun lalu sudah mengetahui bahwa akan ada rueni di Solo, saya sudah meniatkan hati untuk datang agar bisa bertemu dengan teman-teman seperjuangan dulu. Awal rencana saya ingin mengajak anak-anak dan suami tetapi akhirnya hanya saya sendiri yang berangkat karena suami tidak bisa meninggalkan pekerjaan. Karena sendiri, waktu saya pun selama di Solo juga tidak bisa lama, hanya 2 hari saja yang kebetulan acara reuninya pun 2 hari.

Karena berangkat sendiri, saya mengajak Dina untuk berangkat dan mencari penginapan bersama. Kami sengaja memilih penginapan di pusat kota agar mempermudah kami untuk mengelilingi solo terlebih dahulu. Acara reuni sendiri di Sabtu malam dan Minggu pagi hingga Sore.  Sudah hampir 15 tahun kami tidak ke Solo, sehingga kesempatan ini kami gunakan keliling Solo yang tentunya sudah banyak berubah. Saya pun sempat bingung dan lupa tempat-tempat yang dulu kami singgahi ketika masih sekolah, banyak yang berubah tentunya tapi rasa Solo masih seperti dulu.

Solo1 Solo_MuseumPers

solo_BaksoAlex solo_BaksoAlex2

Tiba di Solo kami langsung menuju Hotel kemudian makan siang di Bakso Alex. Bakso Alex ini sering saya nikmati dulu, tentu saja rasa kangen itu membuat saya ingin mencoba kembali dan rasanya tetap enak. Oh ya, niat awalnya sih kami ingin berjalan kaki saja mengelilingi Solo tetapi gagal karena ternyata Solo cuacanya sangat PANAS. Kami tidak sanggup jika harus menggosongkan diri di terik matahari yang luar biasa. Alternatifnya adalah menggunakan becak untuk berkeliling kota Solo.  Setelah makan bakso Alex, tujuan kami selanjutnya adalah ke Abon Varia yang berada di Jl. DR. Radjiman No.132, Kemlayan, Serengan, Kota Surakarta, Ke tempat abon varia ini apalagi jika bukan untuk membeli abon. Setelah dari Abon varia, kami menuju ke Griya Batik Riya Solo di Jl. Manduro, Kratonan, Serengan, Kota Surakarta. Menurut bapak becak, griya batik riya ini dimiliki oleh Kaesang, anak dari Presiden Jokowi. Kami cukup lama disini karena ternyata banyak pilihan batik yang bagus dengan harga yang terjangkau serta banyak spot-spot bagus untuk foto-foto, sayang kan jika dilewatkan.

solo_BatikRiya solo_BatikRiya2 solo_BatikRiya4

Setelah puas berbelanja dan foto-foto di griya batik riya, kami menuju ke Kampung batik Kauman. Di kampung batik kauman ini juga banyak terdapat toko-toko batik yang bisa kita kunjungi. Kami hanya mengunjungi satu toko batik yaitu Toko Batik Gunawan Setiawan. Tujuan kami ke toko batik ini adalah untuk mengikuti belajar membantik yang disediakan disana. Di toko batik ini memiliki dua proses pembuatan batik yaitu proses pembuatan batik dengan menggunakan canting dan malem yang hasilnya kita sebut batik tulis. Sedangkan proses pembuatan batik satu lagi yaitu dengan metode cap. 2 Proses pembuatan batik ini sangat berbeda. Pembuatan batik tulis, si perajin batik tulis akan mencanting pola batik menggunakan malam yang dicairkan dan digoreskan diatas selembar kain putih dalam keadaan panas. Karena panasnya malem ini, tak jarang jari-jari para pengrajin yang menjadi korban kepanasan malem. Tak heran jika batik tulis memiliki harga yang cukup mahal karena prosesnya yang cukup lama kurang lebih 1-2 minggu dan prosesnya yang tidak semua orang bisa menguasainya. Berbeda dengan batik cap yang sudah tersedia cetakannya dan dimasukkan malem kedalamnya  lalu dipanskan, diangkat dan dicapkan ke atas selembar kain putih. Prosesnya seperti kita jika menyetrika baju.

solo_BikinBatik

Setelah dari batik gunawan setiawan, kami melanjutkan perjalanan ke Pasar Klewer. Pasar klewer ini merupakan tempat penjualan batik khas pekalongan. Kebanyakan yang berbelanja disini dengan jumlah yang sangat besar/banyak, tetapi kita masih bisa membeli satuan juga. Harga batik di pasar klewer standar sih ya, bisa murah jika kita beli cukup banyak, jadi untuk oleh-oleh sangat bermanfaat juga berbelanja di pasar klewer. Setelah puas berkeliling di pasar klewer kami menuju ke Keraton Solo. Sayangnya kami sudah terlalu sore datang kesana, sehingga Keraton sudah tutup. Agak sedih sih karena kami tidak punya waktu lagi untuk esok harti datang kembali ke keraton tetapi jangan disesali, di depan keraton ada beberapa spot lucu untuk foto-foto haha.

solo_Keraton

solo_Keraton2 solo_Keraton3

Puas foto-foto di keraton, kami menuju toko  oleh-oleh, tadinya kami ingin ke Toko Orion yang terkenal tapi tidak jadi karena agak jauh, jadi diputuskan ke Toko oleh-oleh Era Jaya di Jl. Gatot Subroto No.132, Jayengan, Serengan, Kota Surakarta saja yang sejalan dengan jalan pulang kami ke hotel. Sebelum kembali ke hotel kami memutuskan untuk makan es krim dulu di Kedai Es Krim Tentrem di Jl. Brigjend Slamet Riyadi No.132, Keprabon, Banjarsari, Kota Surakarta yang terkenal dari dulu. Untuk harga es krim standar sih, tidak terlalu mahal tapi juga tidak terlalu murah. Tidak hanya eskrim, ada beberapa pilihan makanan berat seperti nasi liwet dan makanan kecil seperti cake atau kroket. Hari semakin sore, kami pun menyudahi petualangan keliling Solo dan kembali ke hotel untuk persiapan acara malam reuni.

Saya pribdai sangat senang ketika kami bisa keliling Solo menggunakan becak, ngobrol dengan bapak becak tentang Solo dan tentu saja saya sempat menanyakan mengenai Presiden Jokowi. Menurut bapak becak, presiden kita ini memang orang yang sederhana walaupun sebenarnya dia merupakan orang yang cukup bisa dibilang berlebih dalam keuangan. Banyak usaha-usaha di Solo yang dijalankan oleh keluarganya, jadi wajar aja lah ya kalo ibu Iriana pake tas mahal, karena ya memang mampu belinya dan bukan brarti orang yang terlihat sederhana ga boleh beli tas mahal kan? Yang penting ga pamer haha. Seneng sih dengernya dari si bapak becak ini yang terucapa adalah hal-hal baik dan saya percaya orang baik pasti ada jalannya dari Allah untuk memperbaiki negeri ini, aamiin.

Cerita selanjutnya di Reuni Assalaam dan Solo (2)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked (*).

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

  • Siapa hayoh?

    ga suka kekerasan, sebel bunyi klakson, suka renang, ga suka makan babat, suka banget pizza dan buah duku