Salah satu tugas orangtua yang mempunyai anak laki-laki adalah mengantarkannya untuk sunat. Sebagai orangtua yang mempunyai 2 anak laki-laki sudah tentu peristiwa sunat ini adalah peristiwa yang bisa dibilang campur aduk lah rasanya. Apalagi jika si anak sudah meminta untuk disunat dimana saya sebagai orangtua masih merasa anak saya terlalu kecil untuk disunat, ya perasaannya tentu campur aduk, antara bahagia, takut, sedih dan bermacam-macam rasanya. Ya bolehlah jika dibilang si ibu ini agak lebay tetapi ya memang begitu adanya, biarlah haha.

Sebenarnya proses Mika meminta untuk di sunat sudah ada dari tahun lalu ketika dia masuk SD, tetapi saya dan Age masih belum memberi lampu merah dan mengatakan bahwa nanti saja ketika naik kelas 2. Ya namanya anak ya tidak bisa dijanjikan dan janji orangtua biasanya selalu di ingat oleh mereka, dan ketika kenaikan kelas 2 kemarin, Mika kembali meminta untuk di sunat. Sayangnya saya dan Age harus menunda lagi permintaan Mika karena ketika liburan naik kelas 2 kemarin bertepatan dengan kami yang harus pindah-pindah dan bersih-bersih rumah setelah di renovasi ditambah berbarengan dengan puasa serta lebaran. Jadi mau tidak mau kami harus memundurkan lagi di liburan semester akhir tahun dan kali ini kami berusaha untuk menepatinya.

Karena sudah tahu saya dan Age berjanji bahwa di liburan semester akhir tahun kemarin kami akan membawa Mika untuk disunat dan tentu saja Mika sudah menagih janji saya dan age. Seminggu sebelum liburan dan pembagian rapot, saya akhirnya ke Rs. Azra Bogor untuk konsultasi dengan dokter bedah. Di Rs. Azra Bogor ini memang menyediakan paket sunat dengan harga paket yang berbeda-beda. Kebetulan saya mengambil paket yang tengah dimana proses sunat di lakukan oleh dokter bedah, bukan dokter umum. Tadinya sih ingin dengan dokter umum saja, tetapi karena harga di dokter bedah masih masuk budget ya sudah ke dokter bedah saja. Setelah konsultasi dengan dokter bedah dan dinyatakan bahwa Mika bisa di sunat, akhirnya saya membuat janji dengan dokter kapan akan dilaksanakan sunatnya. Awalnya saya ingin Mika di sunat setelah pembagian rapot tetapi  dokter akan cuti sehingga harus sebelum pembagian rapot. Bisa sih dengan dokter bedah yang lain tetapi saya harus konsultasi lagi dan buat janji lagi, ah agak repot ya jika begitu, jadi ya sudah saya tetapkan hari senin, 19 Desember 2016 untuk Mika di sunat. Kenapa hari senin? karena Age bisa hari senin dan kebetulan Mika juga lahir di hari senin, ya katanya sih bagusnya sunat pas hari lahirnya *kata orangtua dulu*.

Mika sendiri bisa dibilang santai menghadapi detik-detik mau di sunat, saya sempat sering bertanya ke dia apakah dia bakal menangis nanti jika di sunat dan dengan jawaban pasti dia mengatakan tidak akan menangis dan siap di sunat. Hari besar pun tiba, karena dapat nomor urut 3, jadi jam 8 kami sudah berangkat ke Rs. Azra Bogor. Ternyata ketika giliran Mika dipanggil, dokter harus melakukan tindakan operasi, jadi ditunda dulu sebentar. Entahlah ya si ibu lebay ini yang lebih deg-degan daripada anaknya bahkan sampai akhirnya di panggil untuk proses sunat, si ibu lebay ini tidak berhenti deg-degan, baper dan lebay sampai dokter menyuruh saya untuk santai dan duduk saja karena yang mendampingi di samping mika sudah ada Age. Yang bikin seru lagi ternyata prosesnya cepat ya, 10 menit juga beres ahaha. Cepat juga ternyata, ya karena dokter juga sudah berpengalaman jadi tidak pakai acara lama-lama. Proses sunat pun tidak pakai drama, Mika asyik mengikuti semua proses sunatnya, agak kaget ketika di suntik bius tetapi habis itu lancar jaya dan tidak ada tangisan sedikitpun, waaahhh kece kamu nak!.

Ahh lega rasanya, akhirnya anak lanang nomor 1 sudah di sunat tanpa drama dan Mika pun terlihat senang serta bangga bahwa dia sudah di sunat. Proses penyembuhan pun cepat juga sih, 5 hari sudah pakai celana biasa dan main sepeda ahaha. Maklum ya anak saya kan sangat aktif, jadi sudah pasti ingin cepat-cepat sembuh dan bisa main serta jalan-jalan lagi.

Selamat ya Mika, semoga terus menjadi anak yang sholeh, anak yang kece dan pintar serta baik hati. Ibu bangga padamu!

Comments (4)

  • Heidy

    Mba kalau boleh dokternya siapa ya, trs kisaran biayanya berapa ya? Soalnya anakku didarankan dokter hrs sunat jg, krn pipisnya udah mulai problem.. padahal umurnya baru 9bulan.. jd ga tega bayanginnya.. tp katanya sebaiknya sedini mungkin.. makanya aq lg cari2 dokter yg kira oke buat nanganin bayi gitu.. trims before ya..

    • dieta

      dokter sani mbak, dokter bedah di rs. azra. kalo masih 9 bulan mungkin bisa ambil paket yang bius total. silahkan tanya-tanya aja ke azra nya mbak.

  • Nusantara Adhiyaksa

    Trims Infonya,.
    Selamat Buat Mika ….

  • Indry

    Nice info! Kebetulan rencana nyunatin di azra jg. Klo ambil paket tgh berarti bius lokal & dikerjakan di poli itu ya? Brp ya mba biayanya? Itu sudah termasuk obat dll hari itu?

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked (*).

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

  • Siapa hayoh?

    ga suka kekerasan, sebel bunyi klakson, suka renang, ga suka makan babat, suka banget pizza dan buah duku