Sudah agak lumayan lama menyadari bahwa mika berkembang sedikit berbeda dengan anak yang lain atau anak pada umumnya, walaupun terkadang dia juga seperti anak pada umumnya. Semakin lama semakin terlihat jelas bahwa mika memiliki sesuatu yang berbeda salah satunya dengan cara dia menangkap informasi, memberikan informasi, melakukan suatu pekerjaan dan hal-hal dasar lainnya. Dari kecil mika memang anak yang termasuk lambat dalam berbicara, berbeda dengan Jibril yang dari umur 1 tahun sudah mulai belajar mengucapkan kosakata sedangkan mika baru mulai berkosakata ketika berumur 2 tahun. Tetapi mika lebih dahulu cepat dalam hal berjalan dan berlari, istilahnya motorik kasarnya lebih cepat, sedangkan jibril lebih lama ketika mulai berjalan. Ya memang setiap anak memiliki perbedaan yang semuanya itu istimewa.

Mika sebenernya bukan anak yang sulit belajar, dia juga gampang dan cepat belajar asal dia siap dan kita tahu bagaimana mengajarinya, ketika konsep yang kita terapkan sampai ke mika dengan tepat maka dia akan sangat cepat menrimanya dan akan terus mengingatnya, apalagi sesuatu yang dia suka, dia akan ingat sampai detil sedetil detilnya informasi itu, tetapi ya itu asal sesuatu yang dia suka. Lambat laun kelihatan jelas apa yang membedakan cara berfikir mika dengan anak yang lain, yaitu mika lebih dominan berfikir menggunakan otak kanan. Awalnya gw berfikir dia disleksia, tetapi ketika gw baca lagi tentang disleksia, mika tidak seperti disleksia sampai akhirnya gw menemukan artikel tentang otak kanan dan dari banyak penjelasan artikel mengenai otak kanan, gw akhirnya mencoba menyimpulkan bahwa mika dominan otak kanan. Hal ini juga dipastikan oleh age, bahwa mika ya age banget, orang yg dominan otak kanan, makanya dia ngerti kenapa mika cara berfikirnya seperti itu. Ya iyalah ngerti wong kayak jiplakan dia sendiri ahaha.

Nah yang kaget sebenernya gw pribadi, hah anak gw koq banyak amat make otak kanannya? karena sialnya dan baisanya orang-orang otak kanan terksesan tidak pintar dan nakal padahal sesungguhnya mereka cerdas. Ada penelitian yang bilang bahwa anak-anak otak kanan jika di tes IQ nya pasti jatuhnya ke tahap cerdas. Anak-anak otak kanan berfikir secara visual bukan bye teks, terkadang mereka harus memvisualkan apa yang mereka fikirkan dan apa yang mereka terima. Disini sebenernya kelebihan anak otak kanan. Pernah age bilang ke gw: “bu, mika itu gw banget, jadi jangan harap dia bisa rangking di kelas ya, tapi bukan berarti dia bodoh, dia cerdas tapi memang dengan caranya sendiri”. Kembali lagi, mika sebenernya tidak sulit dalam belajar membaca asal kita tahu konsep mengajarkan yang menyenangkan buat dia untuk mengerti, jadi ya memang susah kalo punya anak tipe mika kalo masalah belajar diserahkan ke sekolah, mau sekolah bagus pun kalo dirumah orangtuanya ga turun tangan ya susah. Ketika mika tahu konsep cara membaca yang menyenangkan bagi dia, 2 jam dia sudah bisa mengerti cara membaca, 3 hari dia sudah bisa membaca rangkaian kata walaupun kadang suka terbalik huruf d dengan b, dan ini juga merupakan ciri anak berotak kanan. Ini ada beberapa ciri anak otak kanan yang hampir ada di Mika:

Ciri-ciri umum anak dominan otak kanan:
1. Terlambat bicara dibandingkan anak seusianya —> iya
2. Sulit Membaca terutama membaca bersuara —> Mika tidak juga
3. Lebih suka ujian Lisan dari pada ujian tertulis —> iya
4. Tidak bisa diberi tugas yang dibatasi oleh waktu (cepat panik dan tidak selesai). —> iya
5. Kurang suka mengerjakan tugas-tugas yang diperintah melainkan memilih sendiri apa yang ingin dikerjakannya. —>iya
6. Sulit mengeja suku kata —>Mika tidak juga asal diberi tahu konsepnya yg menyenangkan
7. Sulit mengerjakan soal-soal matematika logika/rumus-rumus terkadang lebih mudah soal cerita atau perlu dengan asosiasi atau contoh-contoh nyata. —> mika malah suka matematika
8. Sering memandang ke atas dan terlihat seperti melamun (Terbengong/day dreaming) —> iya
9. Pada saat berpikir bola matanya bergerak-gerak –> kadang-kadang
10. Kurang suka mencatat (karena proses mencatat menghambat proses visualisasi) —> iya pake banget
11. Sering membaca terbalik-balik —> kadang-kadang
12. Sulit membedakan huruf d dan b —> kadang-kadang
13. Cenderung lebih suka membuat gambar-gambar. —> iya pake banget
14. Sering membaca melompat dan beberapa kata tertinggal atau terlompati —> iya
15. Bisa membaca dari belakang atau dengan urutan terbalik —> iya
16. Jika berbicara tidak runtut dan sistematis —> iya
17. Sulit mengungkapkan keinginannya dalam bentuk kata/kalimat —> kadang-kadang
18. Cenderung sensitif dan sangat emosional —> iya
19. Sering bicara tidak nyambung dengan pertanyaan —> kadang-kadang
20. Cepat hafal tempat/lokasi dan rute perjalanan —> iya pake banget
21. Kadang suka berkhayal dan menceritakan fantasinya —> iya
22. Konsentrasi rendah pada pekerjaan yang kurang disukainya —> iya
23. Konsentrasi tinggi dan lama pada hal-hal yang menarik minatnya. —> iya
24. Lebih suka benda/buku yang berwarna-warni —> iya

Nah dari 24 ciri diatas, ya ada semua di mika walaupun ada juga yang ga terlalu seperti itu tapi ya tetep aja merembet haha.

Sedangkan penjelasan Cara Bekerja otak kanan sbb:
1. Kreatif –> ingin mengetahui hal-hal baru dan menemukan cara-cara baru yang tidak konvensional, melihat alternatif solusi dari berbagai permasalahan.

2. Spasial Tiga Dimensi, mampu melihat dan membayangkan sesuatu secara tiga dimensi; bisa melihat dari kanan ke kiri, atas ke bawah dan sebaliknya. serta membolak balik huruf, angka dan gambar.

3. Memori Fotografi, mampu merekam informasi dalam bentuk gambar-gambar baik dalam bentuk diam atau seperti film yang bergerak. Memiliki papan layar di otaknya.

4. Art –> melihat sebuah pekerjaan sebagai proses seni yang mengandalkan rasa dan estetika yang sering kali tidak bisa dibatasi oleh waktu dan bekerja berdasarkan inspirasi dan mood.

5. Deduktif –> terlebih dahulu harus melihat gambaran besarnya atau hasil akhirnya baru bergerak menyusun langkah demi langkah dan tahapan prosesnya.

6. Random –> Menyusun dan mengolah informasi secara acak, sehingga penyampaian informasinyapun cenderung tidak sistematis.

7. Visual –> Bekerja dalam bentuk gambar; sering kali sulit menuangkan ide gambarnya tersebut kedalam kalimat atau kata-kata yang dipahami.

8. Global –> Lebih menyukai gambaran umum dan kurang menyukai hal-hal detail.

9. Mind Mapping –> Lebih suka dan gampang menulis dalam bentuk pola gambar seperti peta.

10. Model Estetika –> Menilai sesuatu berdasarkan cita rasa dan estetik seni bukan fungsi dan kegunaan.

11. Moody –> Kemampuan berpikir dan bekerja yang sangat dipengaruhi oleh Emosional dan perasaan.

12. Spontan –> Melakukan hal atau sesuatu secara spontan berdasarkan dorongan emosional sesaat. Sering melakukan tindakan dan mengambil keputusan diluar rencana

13. Picky Job –> Hanya mau mengerjakan hal-hal yang menarik perhatiannya. Tidak mudah di suruh/diperintah.

14. Un limited time –> Jika sudah asyik terhadap satu bidang lupa waktu.

15. Konklusif –> Menarik kesimpulan umum dari kepingan-kepingan informasi.

16. Eksekusi 2 langkah –> Merekam informasi baru memaknainya.

17. Inspirational –> bekerja berdasarkan datangnya inspirasi bersifat dadakan dan tidak terencana.

Karena sudah tahu mika seperti itu, ya sudah hanya bisa memahami dan mencari cara yang menarik dia untuk bisa belajar dengan menyenangkan. Makanya walupun dia di sd negeri tetapi gw dan age agak santai yang tidak mengharuskan dia bisa semuanya, tetapi lebih mencari cara untuk memebrikan konsep belajar yang mudah dan menyenagkan bagi mika. PR banget ga sih? ya iyalah PR, tapi ya itu tugas kita sebagai orangtua, mau mika sekolah di sekolah bagus pun ya kalo gw dan age juga ga ngajarin dia di rumah ya sama saja bohong, justru dasarnya ya di rumah. Awal mika sd iya banget gw stress sendiri tapi akhirnya santai pas diskusi sama age dan menemukan pola fikir mika, ya sudah bairlah dia berkembang seperti dia sambil terus didampingi. Pernah gurunya bilang ke gw: mikail gimana bu, masih lambat nulisnya jadi pulang selalu belakangan, dirumah tolong di push bu biar ga ketinggalan, takutnya sulit naik kelas”. Dan jawaban ekstrim gw adalah: “gpp bu, biarin aja mika lagi proses belajar, saya tidak mau terlalu push dia, nanti malah dia ga mau belajar sama sekali, kalo pun harus tinggal kelas tidak apa-apa kalo memang mika dinilai belum siap, biarin aja dia nikmati dulu saja bu proses belajarnya”. Dan kayaknya gurunya bingung nemu model orangtua kayak gw, yang akhirnya dia bilang: “oh gitu, ya udah gpp ya bu, saya juga ga mau maksain, cuman takut orangtua suka berharap lebih ke guru, kalo ibu ngerti kan enak karena kan anak juga beda-beda, yang umur 7 tahun saja ya kalo belum siap juga pasti belum bisa.”. Ahaha gw jadi ngambil kesimpulan bahwa guru jadi takut dibilang gagal sama orangtua karena orangtua menitik beratkan pendidikan anak ke guru, ya atuh tetep aja namanya didikan anak yang utama dari orangtua, guru tinggal membantunya di sekolah. Makanya sekarang kalo mika pulang telat karena belom selesai, gurunya udah mulai santai aja dan gw cuman cengar cengir doang sambil melotot ke mikakarena capek nunggunya ahaha bukan karena dia belom selesai tapi lebih ke bosen nunggu ahaha.

Nah dari artikey yang gw baca, ini cara membantu anak otak kanan belajar:
1. Temukan minatnya dan mulai mengajari apapun melalui hal yang menarik minatnya. Jika ia suka mobil bicaralah mulai dari mobil dsbnya.

2. Jika ia ingin belajar sambil bergerak-gerak maka ijinkanlah ia malakukan itu

3. Jelaskan untuk apa kita harus mempelajari sesuatu agar dia bisa melihat gambaran besar dan tujuan akhirnya.

4. Gunakan alat peraga dan contoh-contoh ilustrasi untuk mengambarkan apa yang sedang anda jelaskan misalnya konsep tambah, kurang dan bagi.

5. Latihlah kecepatan untuk Visualisasi dan kemampuan merekam gambar .
a. Latihan tahap dasar visualisasi; misalnya membayangkan sebuah aktivitas yang dilakukan seperti; berangkat ke sekolah, mengerjakan sesuatu dirumah dsb, persis seperti proses hipnoteraphy. Bayangkan kamu sekarang malangkah menuju lemari es, bayangkan sekarang kamu buka, tolong ambilkan mama jeruk dan susu, kemudian tuangkan susunya kedalam gelas, bawa gelas berisi susu dan jeruk itu ke kamar mama. Jika anak anda sudah bisa mengulangi prosesnya secara runtut artinya dia sudah mulai terlatih kemampuan visualisasinya.

b. Latihan tahap lanjutan visualisasi mengingat gambar; Minta dia melihat gambar dan anda sebutkan namanya; minta ia memejamkan mata; tanya apakah gambar itu sudah muncul di bayangan pikirannya.

c. Latihan Lanjutan Visualisasi mengingat Angka dan urutannya, Latihan ini dimulai dengan mengingat angka 1 s/d 10 satu demi satu, perlihatkan gambar angka 1 s/d 10 satu persatu, kemudian setelah ia berhasil mengingatnya minta anak anda untuk mengurutkan dari depan kebelakang, setelah itu minta ia mengurutkannya dari 10 ke 1, jika berhasil maka dia sudah mulai terlatih untuk menggunakan kemampuan unggulnya.

d. Latihan Lanjutan Visualisasi mengingat Huruf dan urutannya, Latihan ini dimulai dengan pengenalan huruf satu demi satu; dengan metode mata terpejam, apabila ini sudah terekam maka mintalah anak anda untuk mengurutkan 10 huruf pertama dari depan dan dari belakang. Terus berlanjut.

Beberapa cara diatas sudah gw dan age terapkan ke mika dan berhasil, memang perlu cara berbeda, konsep berbeda untuk mengajarkan anak berotak kanan. Tidak ada yang salah dengan anak, tinggal bagaimana kita menyikapi dan mengatasinya saja. Tidak ada anak yang nakal dan bodoh, tetapi tinggal bagaimana kita melihat sisi lainnya.

Yang anaknya dominan otak kanan mana suaranyaaaa??? toss dulu lah kita. Semangat yak!

Comments (1)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked (*).

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

  • Siapa hayoh?

    ga suka kekerasan, sebel bunyi klakson, suka renang, ga suka makan babat, suka banget pizza dan buah duku