Hari ini, Kamis 30 Juni 2011 mulai dilakukan uji coba sistem baru KRL menggunakan sistem commuter line. Sistem commuter line sendiri sih sebenernya sistem dimana menghapus kereta ekspress yang selama ini ada yang tidak berhenti di setiap stasiun diganti dengan si commuter line ini yang ga jauh beda dengan kereta ekonomi ac yang sudah ada, yaitu berhenti disetiap stasiun.  Nah sebelum dijalankan sistem ini, dari jauh hari sistem ini sudah banyak ditolak oleh pengguna KRL, khususnya pengguna KRL yang sudah biasa menggunakan KRL ekspress, ditambah lagi biaya KRL commuter line yang juga naik dari KRL ekonomi-ac membuat para KRL mania (sebutan para pengguna KRL) melonjak protes dengan amat keras ke PT. KAI dan Commuter.

Gw sendiri sebenernya ga habis fikir dengan sistem baru yang ada sekarang, gw pun sudah bisa memastikan bahwa PT. KAI dan Commuter belum siap melakukan sistem ini, kenapa gw bilang belum siap? karena tanpa sistem ini saja, sistem yang sudah ada saja tidak berjalan dengan baik karena masih saja ada keterlambatan kereta, gangguan sinyal, gangguan wesel, bahkan masih saja ada krl yang mogok. Dengan keadaan KRL dan fasilitas yang tidak memadai ini, bagaimana bisa membuat sistem commuter line ini yang baik dan memadai?. Akhirnya hal ini terbukti juga hari ini, banyak KRl yang telat, penuh sesak, bahkan manusia yang didalamnya saja sudah seperti ikan pepes semua. Nah kalo seperti ini, apa bisa dibilang lebih baik sistem commuter line ini? jawabannya pasti TIDAK!

Yang lebih mengecewakan lagi, tidak oke nya jadwal yang PT. KAI berikan, terutama bagi pengguna KRL yang berangkat dari Bogor. PT. KAI mengatakan bahwa akan memberikan jadwal KRL setiap 10 menit sekali berangkat, tapi kenyataanya? KRL commuter line tidak tersedia 10 menit sekali, oh damnn!. Hal ini yang membuat kesusahan buat gw dan krl mania lainnya. Bayangkan saja, beda waktunya bahkan ada yang sampai 1 jam, bagaimana KRL tidak penuh sesak kalo seperti ini? Sungguh, gw tidak habis mengerti dengan sistem seperti ini. Jika ada KRL satu saja yang mengalami gangguan, maka KRL dibelakangnya sudah pasti terkena imbasnya. Selain itu juga waktu tempuh perjalanan KRL menjadi lebih lama sehingga membuat rasa lelah yang tak terkira.

Yang jelas, gw amat sangat merasa dirugikan dengan sistem baru ini, dan gw yakin ga cuman gw aja, krl mania lain pun merasakan hal yang sama. Kenapa tidak lebih memperbaiki fasilitas yang ada terlebih dahulu daripada sibuk mencari keuntungan lebih?. Hal yang paling menyebalkan adalah kenapa pemerintah dengan semena-mena menghapus dana subsidi untuk KRL? Oh sungguh gw ga habis fikir kemana fikiran para pejabat itu!. PR bagi pemerintah itu adalah memperbaiki semua sarana dan prasarana transportasi publik, seharusnya dengan PR seperti itu bukan malah menghapus dana subsidi! Nah ga heran kan kalo KAI nyari untung sebanyak-banyaknya dan ga bisa benerin fasilitas? orang duitnya ga ada!

Ah sudahlah maki-makinya, yang jelas gw pengen Ekpress tetep ada dan KRL bisa jadi KRL yang manusiawi lah karena peminatnya bejibun tp fasilitas nihil. So, PR nya diselesaikan dulu bapak-bapak dan ibu-ibu pejabat, situ enak naik mobil mewah, lah kita disini desek-desekan bowwww, SIAL!

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked (*).

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

  • Siapa hayoh?

    ga suka kekerasan, sebel bunyi klakson, suka renang, ga suka makan babat, suka banget pizza dan buah duku