Semenjak PT. KAI Commuter menerapkan adanya gerbong khusus wanita pada KRL Ekspress dan KRL Ekonomi-AC yang terletak di gerbong 1 (depan) dan gerbong 8 (belakang), saya sebagai pengguna KRL sejati pun ikut mencoba menggunakannya. Kesannya? memang lebih nyaman dibandingkan berada di gerbong campuran, semua berisi wanita baik yang tua maupun yang muda.

Di dalam atau bagian luar gerbong diberi tanda atau sticker yang menandakan bahwa ini adalah gerbong khusus wanita. Tetapi gw agak sedikit tergelitik dengan tulisan yang ada di tanda atau sticker tersebut. Pada tanda ataupun sticker tersebut tertulis “Kereta Khusus Wanita“, apa yang salah?. Menurut pandangan gw sebagai orang awam, jika tanda tersebut bertuliskan Kereta Khusus Wanita, kenapa tidak semua gerbong di kereta khusus untuk para wanita? tetapi kenapa hanya gerbong 1 dan 8 saja yang khusus wanita?. Sepertinya ini merupakan kesalahan dalam pemberitahuan yang bisa dibilang  tidak sesuai dengan yang dimaksud. Menurut gw seharusnya tanda tulisan itu adalah Gerbong Khusus Wanita bukan Kereta Khusus Wanita!. Menurut Wikipedia, Kereta api adalah sarana transportasi berupa kendaraan dengan tenaga gerak, baik berjalan sendiri maupun dirangkaikan dengan kendaraan lainnya, yang akan ataupun sedang bergerak di rel. Kereta api merupakan alat transportasi massal yang umumnya terdiri dari lokomotif (kendaraan dengan tenaga gerak yang berjalan sendiri) dan rangkaian kereta atau gerbong (dirangkaikan dengan kendaraan lainnya). Nah, dari pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa  kereta terdiri dari beberapa gerbong, oleh karena itu seharusnya tulisan tersebut dirubah menjadi Gerbong Khusus Wanita. Ini bukti penampakan tanda atau sticker yang gw maksud:

Tidak hanya 1 sticker atau tanda seperti diatas saja tapi ada beberapa sticker atau tanda yang lain dengan versi yang berbeda tetapi tulisannya tetap sama, yaitu kereta khusus wanita. Untuk hal ini seperti ini terkadang gw suka tidak mengerti, apakah sebelum dicetak lalu dipasang dan dipublikasikan ke masyarakat umum tidak ada penyuntingan kata-kata terlebih dahulu? Yang gw tahu sih seharusnya ada ya, atau tidak ada? atau ada maksud yang lain di balik itu? gw pun tak tau pasti. Tapi gw mencoba berfikir positif, semoga saja ini awal dari adanya Kereta Khusus Wanita kedepannya dan benar-benar terlaksana, jadi tidak hanya gerbong saja yang khusus wanita tetapi kereta khusus wanita sesungguhnya.

Tetapi dibalik kesalahan penulisan itu, gw tetep bersyukur koq ada gerbong khusus wanita ini, selain agak sedikit nyaman, jadi sedikit lebih longgar dan beraroma lebih harum dibandingkan gerbong campuran. Nyaman karena semua penghuni gerbong adalah wanita, jadi kalau kereta penuh pun dan harus berdesak-desakan sesama wanita lebih nyaman lah dibanding berdesak-desakan dengan pria yang terkadang suka memanfaatkan kesempatan. Lebih longgar karena ga ada pria-pria berbadan tambun yang masuk ke gerbong itu dan menghabiskan tempat, hihi. Lebih harum karena isinya wanita, ga ada bau bekas asapa rokok yang menempel di baju atau jaket para pria.

Dibalik sedikit kenyamanan itu, ada beberapa hal yang terkadang jadi tidak nyaman. Salah satu contoh adalah kurang perhatian atau kurang sadarnya wanita-wanita yang duduk di bangku khusus (ibu hamil, manula, orang cacat dan bawa anak). Gw sering menemukan wanita-wanita yang duduk di bangku khusus ini jadi tidak sadar akan fungsi bangku khusus karena adanya gerbong khusus wanita ini. Padahal gw berharap dengan adanya gerbong khusus wanita ini, wanita-wanita jadi lebih perhatian dan saling membantu. Kalo emmang ingin duduk nyaman tanpa ada gangguan ya sebaiknya sadar diri untuk tidak duduk di bangku khusus tersebut. Apakah harus di tegur terlebih dahulu baru memberikan tempat duduk?. Yang lebih membuat tidak nyamannya lagi adalah para penjaga gerbong khusus wanita ini yang tidak bisa mengambil sikap. Seharusnya tau dan paham bahwa bangku khusus itu diberikan kepada orang-orang yang khusus, jadi ketika ada orang khusus yang membutuhkan, seharusnya para penjaga gerbong ini membantu orang khusus tersebut untuk mendapatkan hak nya. Tetapi yang sering gw temukan adalah para penjaga gerbong ini asyik sendiri, ngobrol dengan temannya bahkan ada pula yang pacaran. Gw sih ga masalah mereka mau ngobrol ataupun pacaran, tetapi seharusnya mereka juga sadar lingkungan, ketika ada yang membutuhkan mereka harus siap sedia, bukannya pura-pura tidak tau. Tetapi untungnya masih ada wanita-wanita lain yang sadar dan berani mengambil sikap, memberikan tempat duduk kepada yg membutuhkan. Semoga hal ini bisa dicontoh oleh wanita-wanita lain dan pria-pria yang belum sadar dalam mengambil sikap.

Sangat berterimakasih dengan adanya transportasi KRL yang bisa membuat perjalanan ke kantor lebih cepat dibandingkan naik transportasi lain, walaupun terkadang gw suka mara-marah jika KRL mengalami keterlambatan. Yang jelas gw berharap kedepannya PT. KAI Commuter bisa lebih meningkatkan pelayanannya.

Comments (5)

  • mimihana

    salam kenal mbak…*salaman*
    ikutan komen, iya bener…ada juga tulisan di pintu-pintu “awas tangan kejepit” hehehe…bahasa indonesia bukannya terjepit ya?

  • bapakeren

    mau komenin mbak mbak di atas ku.. (di atas komen ku) .. LOL!
    lucu deh..
    kalo terjepit itu kesannya tidak sakit…
    kalo kejepit pasti sakit..
    gituuuuu ( kali )

  • anie

    setujuhhhhh 100X….kadang ibu2 di gerbong khusus ini tidak punya empati kepada ibu hamil macam saya ini..malah temen saya cerita ibu2nya bilang gini : :lah saya juuga bayar mbak..dengan tetep duduk di kursi ibu hamil”..waaatt??
    makanya saya lebih suka pindah ke gerbong yg ada bapak2nya..lebih enak mintanya..dan ga dijudesin..:)
    *like this post*..
    hehehe..salam kenall yaaaa..

  • dani

    Salah kaprah antara “KERETA” dengan GERBONG” bisa dilihat di:

    http://rel-keretaapi.blogspot.com/2010/04/antara-kereta-vs-gerobak-gerbong.html

  • Dani

    Kayaknya ada salah kaprah pemakaian kata “KERETA” dan “GERBONG”
    Maaf cuma mau meluruskan aja….

    Menurut UU Perkeretaapian:

    GERBONG: Kendaraan yang KHUSUS dipergunakan untuk mengangkut BARANG dan BINATANG. (Menurut Reglemen.19 jilid 1)

    KERETA / CAR: Kendaraan yang SELURUHNYA ATAU SEBAGIANYA dipergunakan untuk mengangkut PENUMPANG , BEGASI dan KIRIMAN POS. (Menurut Reglemen.19 jilid 1)

    KERETA API: Sarana perkereta-apian dengan tenaga gerak, baik berjalan sendiri maupun dirangkaikan dengan sarana perkereta-apian lainnya yang akan ataupun sedang bergerak di jalan rel yang terkait denga perjalanan kereta-api. (Menurut UU. No 23 thn 2007, pasal 1, ayat 2)

    Jadi, masak Manusia mau disamakan dengan binatang atau barang..?
    Buat lebih jelasnya silahkan mampir keblog ini:

    http://rel-keretaapi.blogspot.com/2010/04/antara-kereta-vs-gerobak-gerbong.html

    http://iwakbiroe.wordpress.com/2011/10/08/salah-kaprah-mengenai-perkereta-apian-di-indonesia/

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked (*).

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

  • Siapa hayoh?

    ga suka kekerasan, sebel bunyi klakson, suka renang, ga suka makan babat, suka banget pizza dan buah duku