Jadi kemarin Mika sakit, sebenernya sudah agak panas suhu tubuhnya sejak jumat malam, anaknya sih masih ceria cuman rada rewel sedikit, akhirnya gw kasih parasetamol buat nurunin panasnya. Sampai hari sabtu panasnya masih naik turun dan masih gw kasih parasetamol. Nah hari minggu udah ga panas lagi tapi gw melihat ada bercak merah-merah di jidat, leher dan dadanya, gw masih berfikir itu biang keringet karena emang mika sangat-sangat aktif jadi pasti berkeringat terus. Sampai hari senin pun masih keluar bercak merah dan mulai agak banyak, kalo biang keringet kan agak bruntusan gitu ya tapi ini enggak sama sekali, cuman bercak merah aja dan itu kayak dari dalem kulit gitu ga keluar bahkan tidak bintil-bintil, dan pas saat itu gw mikirnya rosela, ya udah lah gpp toh anaknya juga masih sangat aktif dan ga kenapa-kenapa. Dan tiba-tiba selasa pagi suhu tubuhnya panas lagi sampai 38,2 dan bercak merahnya semakin banyak terutama di muka dan badan, gw langsung ngajak age ke dokter nya mika pagi itu juga karena gw khawatir kalo itu campak, tapi walaupun begitu, Mika masih aktif dan masih ceria. Berangkatlah kita ke dokter dan sampai disana dapet antrian nomor 20 sedangkan baru nomor 1 yang dipanggil *gubrak*.

Sampai akhirnya kita dipanggil masuk ke ruangan dokter, dokter memeriksa mika sebentar dan langsung bilang ini Exanthema Subitum, bukan campak tapi menyerupai campak. Exanthema ini virus sama kayak campak tapi lebih ringan, kalo campak gejalanya agak lebih berat dan jarang ada anak yang masih aktif dan ceria seperti ini kata dokter huehehe. Bersyukur bukan campak, karena kalo campak bakal lama juga penyembuhannya dan bakal lama juga gw ga masuk kantor huahaha (padahal seneng kalo ga amsuk kantor).

Okay sampai rumah gw langsung cari tau tentang si exanthema ini dan ini berikut informasinya yang gw ambil dari sini.  Berikut kutipannya:

Exanthema subitum

Exanthema subitum sering disebut roseola infantum dan juga sixth disease atau penyakit ke enam, penyebabnya adalah human herpes virus 6 (  HHV- 6) yang baru ditemukan di tahun 1988 oleh Yamanishi dkk. Selain HHV-6 exanthema subitum juga disebabkan human herpes virus 7 ( HHV-7). Exanthema subitum lebih ringan tidak seberat campak, namun  perlu diketahui karena  seringnya kejadian infeksi pada bayi  dan sebagian ada komplikasi serius.

Sebenarnya semua bayi lahir sudah mempunyai anti HHV-6 bawaan dari ibunya, namun hanya bertahan sampai umur 4 bulan sehingga setelah umur 4 bulan bayi rawan terinfeksi sehingga hampir semua bayi umur 6 bulan sudah pernah terinfeksi HHV 6. Transmisi infeksi HHV-6 dan HHV-7 belum jelas, diduga infeksi virus pada bayi karena penyebaran horizontal dari orang tua, dokter, perawat .

Gejala Klinik:
Infeksi exanthema subitum dari HHV-6 dan HHV-7 sangat mirip campak, yaitu panas timbul mendadak, dapat mencapai 39.4 C sampai 41,2 C. Keluar ruam merah di kulit, berlangsung selama 3-6 hari, anak rewel gelisah. Dapat terjadi pembesaran kelenjar limfe di kepala belakang, timbul bercak merah pada langit – langit mulut dan daerah ovula yang  disebut Nakayamaís  spot , dapat pula  ditemukan ubun – ubun besar yang menonjol.   Merah merah / ruam  juga terjadi pada tubuh, menyebar ke leher wajah, tangan dan kaki , bentuk ruam mirip campak berwarna merah muda dengan diameter 1-3 mm.

Diagnosis
Pada penelitian prospektif 93 % dari infeksi baru adalah simptomatik artinya timbul gejala spesifik, sebagian kecil kasus tidak timbul gejala spesifik dimana justru yang menonjol adalah demam akut disertai manifestasi saluran cerna berupa muntah dan diare. Seperti pada infeksi virus yang lain,  diagnosis pasti exanthema subitum sulit. Pemeriksaan laboratorium standar tak banyak membantu diagnosis, perlu pemeriksaan laboratorium virologi yang canggih . Faktor lain yang menyulitkan adalah sering masih dijumpainya maternal antibody HHV 6 yaitu antibody bawaan dari ibu.

Pemeriksaan dengan deteksi DNA dari  HHV 6 dalam darah atau air liur tidak dapat membedakan apakan terjadi  infeksi baru atau infeksi yang sudah lampau. Diagnosis definitif bila ditemukan adanya replikasi virus serta pengingkatan titer antibody lebih dari  4 x lipat pada  serum penyembuhan  dibanding serum stadium akut.  Secara umum dokter mendiagnosis penyakit demam dengan ruam merah berdasar klinis antara lain riwayat penyakit, umur, vaksinasi, tipe dan riwayat gejala awal, bentuk ruamnya.

Ada juga penjelasan dari sini:

Roseola infantum. Nama cantik seperti bunga mawar ini adalah penyakit infeksi pada bayi yang gejalanya antara lain timbul bercak-bercak kemerahan di kulit seperti bunga mawar (sehingga disebut roseola). Infeksi ini kebanyakan diderita bayi umur 6 bulan sampai 2 tahun (infant). Namun, angka kejadian paling tinggi ditemukan pada bayi umur 6-12 bulan. Penyakit ini dikenal juga dengan nama exanthem subitum.

Ulah virus. Virus herpes tipe 6 (HHV-6) dan 7 (HHV-7) adalah biang keladi penyakit ini. Lebih dari 75% roseola infantum di Indonesia disebabkan virus herpes tipe 6 (HHV-6). Penularan penyakit ini biasanya akibat terkena percikan ludah penderita. Misalnya, tertular dari bayi lainnya ketika Anda membawa bayi periksa kesehatan rutin atau imunisasi di dokter. Bayi yang mungkin menularkan penyakit ini belum tentu menunjukkan gejala. Sebaliknya, bayi yang tertular akan menunjukkan gejala-gejala berikut.

  • Demam antara 39–40°C selama 3 hari. Bila ada riwayat kejang dalam keluarga, demam dapat disertai kejang. Bayi seringkali terlihat lemah tidak bertenaga, rewel, dan cepat mengantuk.
  • Ruam kemerahan muncul setelah demam turun. Ruam bisa muncul di seluruh tubuh, atau hanya pada bagian tertentu seperti sekitar wajah, leher dan dada. Bila bercak tersebut ditekan, akan terlihat bekas seperti halo (berbentuk bulat berwarna putih seperti awan). Ruam ini tidak berubah menjadi bernanah atau timbul cairan, dan tidak gatal. Mata bayi biasanya berair dan terlihat kemerahan, bibir pecah-pecah. Umumnya, bercak akan berubah warna menjadi hitam kecokelatan, hilang dengan sendirinya dalam waktu 1-2 minggu.
  • Lainnya: diare, batuk, pilek dan radang tenggorokan.
  • Komplikasi. Selain kejang, komplikasi lain yang mungkin timbul –meski sangat jarang terjadi– adalah pembengkakan kelenjar limfa di leher dan radang selaput otak (meningitis). Selain itu, dapat pula terjadi komplikasi yang berat seperti radang paru (pneumonia), yang dapat berakibat fatal.

Bedanya dengan campak. Ruam pada roseola infant timbul setelah demam anak turun, sementara pada campak muncul pada saat demam sedang tinggi.

Atasi dengan:

  • Turunkan demamnya. Beri obat penurun demam yang aman untuk anak, seperti asetominofen dan ibuprofen, baik dalam bentuk obat tetes atau sirup. Jangan gunakan aspirin, sebab bila bereaksi dengan virus dapat memicu timbulnya sindroma Reye (menyebabkan pembengkakan hati dan otak).
  • Kompres si kecil. Gunakan handuk atau lap bersih yang dibasahi air hangat. Tidak disarankan mengompres dengan es batu, air dingin, atau alkohol. Juga, jangan memandikan si kecil dengan air dingin.
  • Beri banyak cairan, untuk mencegah dehidrasi akibat demam tinggi dan berkeringat. Cairan yang diberikan bisa berupa ASI, air putih, larutan gula garam, cairan elektrolit (oralit) atau kaldu.
  • Bawa ke dokter atau rumah sakit, bila si kecil kejang, kesadarannya menurun, sesak napas, atau tidak mau makan dan minum.
  • Masa inkubasi penyakit ini rata-rata 5–15 hari, dan umumnya akan sembuh dalam waktu sekitar 1 minggu.

Roseola infantum sering disebut sebagai penyakit ke-6 atau sixth disease. Sebab, gejalanya yang berupa bercak kemerahan pada kulit, mirip dengan lima jenis penyakit lainnya. Urutan lima jenis penyakit yang memiliki gejala serupa itu adalah campak (penyakit 1), penyakit Dukes (penyakit 2), campak Jerman (penyakit 3), penyakit Scarlet (penyakit 4), dan eritrema infeksiosum (penyakit 5). Dari kelima jenis penyakit tersebut, roseola infantum kerap salah didiagnosa dan dianggap penyakit campak Jerman.

Bersyukur gw memberikan mika vaksin, yang di vaksin aja bisa kena gimana yang ga divaksin, tetapi bukan berarti udah di vaksin ga bakal kena ya tetapi dengan kita vaksin, dapat mengurangi sakit ketika sakit itu datang, jadi misalnya anak yang udah vaksin belum tentu bebas campak, bisa saja kena campak tetapi ketika kena campak tidak akan terlalu berat dibandingkan anak yang belum vaksin campak.

Oh ya masalah vaksin, gw berusaha untuk memberikan mika vaksin ga hanya yang wajib aja tetapi yang dianjurkan juga karena buat gw sekarang ini banyak banget virus yang merajalela, makanya vaksin yang diwajibkan saja ga akan cukup, perlu juga vaksin yang dianjurkan cuman memang sayangnya vaksin-vaksin yang dianjurkan ini lebih mahal dibandingkan dengan yang wajib karena belum dapet subsidi dari pemerintah. Sebenernya kata DSA nya mika, harusnya yang dianjurkan itu sekarang sudah harus jadi wajib karena virus sudah mulai banyak, tetapi karena belum disubsidi pemerintah jadi harga vaksin memang mahal dan tidak semua orangtua memiliki uang lebih untuk vaksin yang dianjurkan ini. Kalo gw ngasih mika vaksin ya selain emang virus udah mulai banyak karena pada faktor Mika yang terlahir prematur, jadi gw berusaha untuk memberikan yang terbaik buat Mika karena daya tahan tubuh anak prematur agak berbeda dengan anak yang terlahir normal, jadi gw musti banyak cara supaya mika tetep sehat dan ga sakit-sakitan.

Okay, semoga bermanfaat ya, dan kalo ada yang mengalami jadi ga usah panik, atasi dengan pintar dan akal yang sehat huehehe. Oh ya Alhamdulillah mika udah sembuh dan mulai banyak gaya lagi, horay!

Comments (27)

  • toni kusmanjaya

    terima kasih banyak infonya…. semoga bermanfaat bagi semua orang tua

  • Agustina

    Thanks infonya. Saya saat sadang merasakan kegalauan. Bara kecilku sakit serupa. Semoga info ini tidak membuat aku panik.

  • hadi

    trimakasih atas informasi ini….
    Anak saya kemarin demam selama 2 hari… Tadi mlm malah ada bintik2 merah tp anehnya pg ini udah ga ada…

  • Jey_nal

    Tx Bu….
    hari ini saya baru tau ternyata anak saya terkena penyakit ini..
    tapi alhamdulillah sudah mulai membaik…
    best regards…

  • Marcella

    Trimakasih banyak infonya. Anak saya namanya jg Mika. 3hr panas. Hari ke-4 timbul bercak2 merah. Browsing2 sampai juga ke link ini… Sangat bermanfaat. Gbu!

  • jati

    thanks atas infonya… saat ini anak saya mengalami ngejala yg sama tp didiagnosis campak . info yg sangat bermanfaat…

  • rony

    Thanks banyak infonya , Bagi saya info ini penting bisa mengetahui dng jelas virus apa yg menginap sementara dalam tubuh Anak , yg perlu kita perhatikan dr info ini adalah anak jng sampai sampai dehidrasi , kurang power untuk melawan virus tsb, dng memberikan makan lebih teratur pd anak mk power anak akan menolak virus bertumbuh kembang dlm tubuh dan tak kalah pentig pemulihan diri dng banyak istirahat , yg anak rasakan pada saat bercak merah muncul pada tubuh anak agak gelisah dan merengek pd malam hari , jk pagi dan siang hari dia begitu pulas tidurnya.
    Semoga info banyak bermanfaat buat anda yg masih punya bayi keci. Salam sejahtera & bahagia bagi semuanya

  • puputalbaromy

    ini anak saya kena virus exantem dan terpaksa harus dirawat di rumah sakit…..

  • DION

    makasih sudah banyak berikan masukannya, semoga sehat-sehat selalu

  • ria

    Aq skrg terkena penyakit itu. Ternyata penyakit itu tdk hny menyerang anak” tp orang dewasa jg.

  • janeeta

    bercak kemerahan, memudar jadi hitam nanti membekas gak ya bun??

  • Ayank

    Thanx tuk infony..si ade skg jg br kena burik ni..istilah jawany…heehee…kt doktr exanthema subitum.jd mmg agk lm y inkubasi virusny..tp alhmd skg ud mau maem lg..cm brcak merahny kyny rata lg..pdhl kmrn ud mo ilang…nmany jg proses y..ud dl y…thanx…

  • Kiki

    Udah tiga hari rawat inap, diduga gejala DBD.. awalnya panas tinggi sampe kejang trus muntah.Setelah tes darah, negatif DBD… And finally hari ini baru tau Si Ganteng Zein divonis dokter kena sepupunya campak (exanthema subitum). Makanya kok Zein ngantuk trus (kira’in pengaruh obat), dan mencret.. ternyata ini disebabkan virus HH6 (human herpes virus-6)..
    anak dibawah umur 5 th rentan terhadap penyakit ini… Pencegahan adalah jaga kebersihan selalu.. thanks ya bu Dieta

  • arista

    rafif sekarang lagi mengalami hal yang sama… Bersyukur banyak bunda2 yang sharing jd lebh tenang hatinya.

  • nia ginting

    Wah ko cocok bgt sm yg d’alami putri sy saat ini, sy pkr dy kena campak tp trnyta stlah baca kolom ini trnyata bukan. Padahal putri sy sampe sdh cek 2x didokter yang berbed. Thx ya mom tuk infonya

  • nano nano

    penjelasan Exanthema subitum nya mantab… thanks ya… sy kira si kecil kena campak… tp ga pilek sama batuk

  • deni

    aku senag dengan tulisan ini, makasih ya

  • mama chacha

    Thx buat infonya. Lumayan menenangkan hati. Si kecil lg sakit persis yg dialami mika. Kmr kdokter krn demam trus demamnya turun muncul bercak merah. Trus saya sms dokter ktnya exantema subitum. Lgs aja saya tanya ke mbah google eh muncul artikel ini. Mudah2an aci kecilku cpt sembuh. Amin…

  • tissa

    Super many tx bunda…
    Gbu..

  • Astriana

    Sangat bermanfaat infonya terima kasih banyak.

  • Putik Tri

    Thanks infonya. Anak sy lg sakit yg serupa tp biar bintiknya ud pd keluar dia tetap aktif spt biasanya. Smoga baik2 saja dan cpt hilang sembuh penyakitnya.

  • bunda nadin

    Mksi bnyk infonya…
    ank sy jg mngalmi skit yg serupa..
    Mdah2n bermanfaat..

  • mama nayya

    Syukur Alhamdulillah, lega aku baca postingan mba.. soalnya udh 2kali anak ku kena virus ini, aku pikir campak ternyata virus yg menyerupai campak.
    Oh ya mba kalau boleh tau vaksin tambahan apa saja yg dianjurkan selain yg wajibnya ya mba ?

  • Kiki

    Kayakx anak qu yg no.3 kena virus ini…tadi bis k dokter bilangx juga bukan campak…tapi dari virus…dan entah nama virusx apa…tapi sepertix gejalax sama…hanya anak qu g panas…cuman sumeng aja…pas kmrin diajak aktifitas di laut…besokx langsung keluar ruam merah sikuping n blkang leher…hanya 2hri…langsung semua badan ruam merah…

  • Paramita

    Saya Persia anak saya yg baru aja saya Alamin 9bln panas tinggi 3hari kirain mau numbuh gigi tp ga ada tanda2 numbuh gigi..setelah demam turun keluar merah2 diseluruh badan kirain biang keringet soalnya anaknya ud mulai ga mau diem..penasaran 2hari kok msh merah2 search ehh sama kaya mika penyakit ini..tfyi

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked (*).

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

  • Siapa hayoh?

    ga suka kekerasan, sebel bunyi klakson, suka renang, ga suka makan babat, suka banget pizza dan buah duku