Jelajah Alam dengan Hiking

Mempunyai 2 anak laki-laki yang sangat aktif tentunya membuat saya dan suami berusaha memenuhi kebutuhan aktifitas mereka. Anak saya yang pertama, Mika (9tahun) sangat suka dengan segala macam aktifitas fisik sehingga kami pun harus mencari kegiatan-kegiatan fisik yang menyenangkan untuk anak-anak. Saya dan suami sangat menyukai kegiatan/aktivitas di alam terbuka dibandingkan kegiatan di dalam ruangan karena memang dari kecil pun saya dan suami senang bermain di luar rumah sehingga kegiatan bersama anak-anak pun lebih sering di alam terbuka.

DIY Kamera dari Bahan Kaleng

Memiliki anak yang sudah sekolah SD tentu saja diwarnai dengan berbagai macam tugas dari sekolah. Walaupun Mikail (9 tahun) belajar di sekolah negeri, tetap saja ada banyak tugas anak yang melibatkan orangtua untuk dikerjakan di rumah. Tentunya saya sangat senang jika ada tugas yang melibatkan orangtua seperti ini, sehingga kami memilki waktu bersama untuk melakukan sesuatu yang berguna dan bermanfaat.

Buku Diary Mika dan Ibu

Mika yang sekarang sudah kelas 3 dan berumur 8,5 tahun merupakan anak yang sangat perasa, mudah sekali menangis jika itu membuat dia sedih. Di umur dia yang sedang banyak ingin tahunya, tentu perlu kesabaran ekstra bagi saya untuk menyikapinya. Ditambah lagi adiknya Jibril yang berusia 3,5 tahun juga sedang memiliki perilaku yang laur biasa bikin pusing dan ingin membuat saya teriak setiap hari. Awalnya saya berfikir dengan jarak yang luamayan agak jauh antara Mika dan Jibril bisa mendapati keadaan yang lebih baik daripada yang berajarak dekat, tetapi ternyata sama saja.

Pengantin Sunat

Salah satu tugas orangtua yang mempunyai anak laki-laki adalah mengantarkannya untuk sunat. Sebagai orangtua yang mempunyai 2 anak laki-laki sudah tentu peristiwa sunat ini adalah peristiwa yang bisa dibilang campur aduk lah rasanya. Apalagi jika si anak sudah meminta untuk disunat dimana saya sebagai orangtua masih merasa anak saya terlalu kecil untuk disunat, ya perasaannya tentu campur aduk, antara bahagia, takut, sedih dan bermacam-macam rasanya. Ya bolehlah jika dibilang si ibu ini agak lebay tetapi ya memang begitu adanya, biarlah haha.

Belajar Dari Cara Mika Berteman

Terkadang saya iri melihat bagaimana cara Mika berteman dengan teman-temannya. Terkadang saya juga heran kenapa bisa Mika menjadi anak yang mudah sekali berteman. Memang sih sudah terlihat dari kecil, Mika memang merupakan anak yang penyayang, tidak ingin menyakiti temannya walaupun temannya salah. Pernah suatu saat Mika dipukul oleh temannya, dan Mika tidak membalas memukul karena menurutnya jika dia memukul kembali, temannya akan sakit, padahal dia juga sakit sudah dipukul haha.

  • Siapa hayoh?

    ga suka kekerasan, sebel bunyi klakson, suka renang, ga suka makan babat, suka banget pizza dan buah duku