Tengah malam berwisata ke IGD

Yup, minggu malam menjelang senin pagi diriku dan suami berwisata ke IGD RS. BMC Bogor, hahay! Knp? Yup karena serangan sesak nafas tiba-tiba dan tak berujung berhenti.

Beginilah kronilogisnya:
Minggu siang sampe sore, aku dan suami mengerahkan tenaga dan ipaya untuk membereskan rumah karena nantinya rumah kami akan disinggahi sanak saudara ketika hari lebaran tiba, jadi ga mungkib kami menyambut tamu di hari yang fitri denan rumah yang berantakan karena ulah kami semua dan juga berhubung ART belum pulang, jadi dia bisa jagain Mika selama kami beberes rumah.

Sampai sore akhirnya selesai. Hujan pun menggelayuti kota Bogor dengan indahnya dan membuat hawa semakin dingin. Menjelang waktu tidur, tiba-tiba saya merasakan sesak, pertamanya masih bisa diatasi dengan baik, lama kelamaan semakin sesak, akhirnya saya mencoba menghirup balsem agar aroma mint di balsem bisa masuk ke tenggorokan dan membuat lega, tapi apa lah daya, bau balsem pun tak tercium olehku.

Tak putus asa, aku meminta tolong suami untuk memanaskan air agar uapnya dapat aku hirup dan jua air itu dicampur dengan minyak kayu putih, biasanya dengan cara ini sih berhasil tapi ternyata tak berhasil juga. Saya mencoba untuk tetap berusaha bernafas sampai akhirnya saya tak kuat menahan sesak ini. Dan suami pun memutuskan untuk membawa saya ke IGD.

Berangkatlah kami ke IGD dan sampai disana dokter memeriksa dan langsung saya dipakaikan nebulizer. Yup akhirnya sesak itu berangsur pulih walaypun dada ini masih sakit tapi setidaknya saya masih mudah bernafas dibandingkan tadi. Akhirnya pulanglah kami dan membuat saya tak masuk kerja kemarin.

Ini foto saya wakti di nebu

seminggu yang berarti!

Seminggu yang berarti, khususnya buat gw. Kenapa? yup seminggu bedrest dirumah karena sakit infeksi lambung kronis atau maag kronis, hip hip huray!

Minggu malam pas mau tidur, perut gw atau tepatnya ulu hati tiba-tiba sakit, perih, linu seperti ditusuk-tusuk, sesak sampai sakit kepala. Coba untuk dibawa tenang dan berusaha untuk tidur sampai akhirnya tertidur juga.

Senin pagi tidak mengalami perubahan pada rasa sakit di ulu hati, yang ada tambah mual dan eneg. Ga putus asa, mencoba untuk makan seperti biasa, dan yup hasilnya adalah muntah dan muntah, setiap masuk makanan yang ada keluar lagi alias muntah lagi. Jadilah badan gw semakin lemas dan lemas. Malamnya mencoba untuk ke dokter internis di rs.bmc, dapet antrian no 6, not bad lah! setelah masuk dan diperiksa ternyata dokter bilang gw kena hepatitis, hui ga nyangka, ya sudahlah mau dikata apa. keluar lah kita dr ruangan dokter, ga jauh dr ruangan itu, dipnggil lagi lah gw sama suster buat suruh masuk ke ruangan dokter lagi, nah loh ada apa lagi ini? dan ternyata, si suster salah ngasih rekam medik gw ke dokter, yg dia kasih ke dokter bukan punya gw tapi punya pasien bernama rawina, jiahhhh dia salah kan! ga jadilah gw kena hepatitis karena emang ternyata fungsi hati gw baik-baik aja. si dokter ampe ngomel2 ma tuh suster karna salah kasih rekam medik, diperiks lagi lah gw, tes darah dan hasilnya benar infeksi lambung kronis (kali ini ga salah lagi).

Pulanglah gw kerumah, tebus obat dan sampe rumah langsung menghajar obat-obat itu sampai tuntas. Tapi, pas mu tidur, entah kenapa kepala gw pusing lebih dr 7 keliling kayaknya, sesek pula dan sampe nangis kejer gw nahan sakit kepala. Kayaknya karna gw kecapean nangis dan nahan sakit kepala, ketiduran jg gw.

Berharap di selasa pagi yang indah, segala sakit gw bisa ilang tapiiiii mereka ga mau ilang terutama si sakit kepala ini ditambah perut kl di isi semakin sakit, untungnya ga pake muntah. Karena ga kuat denga sakit kepalanya, malemnya balik lagi lah gw kedokter, cerita panjang lebar dan dokter pun menasehati panjang lebar ditambah oleh-oleh resep buat sakit kepala gw, yeah! dan diskon istirahat seminggu dirumah, ga boleh capek, makan yg bener dan jangan stress.

Jadilah gw seminggu kemarin terkapar du rumah, menyenangkan juga meninggalkan rutinitas kantor tapi menyebalkan jg karena sakit dan ga bisa makan enak, hiks! Tak apalah, demi Mika dan Age, aku akan berusaha untuk sembug, go go power ranger! hihi

kata dokter gw: jadikanlah idup ini indah, kl pengen mati, ya sakit aja, kl mau tenang, jalanin hidup apa adanya, ga usah dipikirin masalah hidup, ga ada abisnya! ga usah mikirin rejeki anak, anak punya rejeki masing-masing, ga usah dicari rejekinya anak, kalo udah gede, biar dia cari rejekinya sendiri. haha salut sama loe dok!

Ujian dari Mika

Senang rasanya melihat Mika tumbuh sehat dan pintar, Alhamdulillah Mika memiliki tumbuh kembang yang baik, semua terlaksana sesuai dengan usianya. Melihat Mika sehat merupakan hal yang paling senang, tetapi ketika Mika sakit, diriku pun sakit (walaupun Mika jarang sekali sakit). Anak sakit adalah ujian bagi semua orangtua, bagaimana orangtua bisa mengatasi segala kepanikan ketika anak sakit dan tetap menjaganya agar anak tetap nyaman. Menurutku ini adalah ujian yang paling berat dibandingkan ujian skrpisi.

Ujian itu akhirnya datang lagi ke kami (saya dan suami) untuk ke-2 kalinya. Pertama kali ketika Mika berumur 6 bulan, Mika mengalami demam yang disertai batuk dan flu yang menyebabkan dia sulit bernafas alias sesak.  Panik? Pasti karena ini merupakan pertama kalinya, tapi untung saya memiliki suami yang sangat tidak gampang panik, jadi semuanya bisa difikirkan secara rasional. Dan beruntung pula saya memiliki dokter anak yang rasional dan bisa di telpon atau di sms 24 jam. Menyenangkan sekali!

Akhirnya datang ujian Ke-2 tepatnya baru seminggu yang lalu. Hari Minggu sore, Mika masih seperti biasanya, main dan main cuman memang koq agak sedikit rewel, tetapi saya berfikir mungkin itu hanya kemanjaan dia saja. Sempat pula saya melihat bintil-bintil merah di lengan tangannya dan saya pun berasumsi itu adalah biang keringat, secara Mika sangat aktif dan selalu berkeringat. Malam pun tiba, suhu tubuhnya mulai memanas, tapi saya belum memberikan parasetamol, karena masih hangat. Saya coba tidurkan dan akhirnya tertidur juga. Tengah malam say terbangun karena Mika bangun dan saya mendapatkan suhu tubuh Mika yang semakin memanas, tapi pada saat itu Mika sama sekali tidak rewel, dia hanya terlihat lemas. Langsung saya mengambil alat ukur dan sampailah panasnya Mika di 39,3 derajat celcius. Saya mencoba memberikan parasetamol agar Mika terasa nyaman. Padahal pada saat itu saya pun sedang sakit, jadi saya berfikir mungkin Mika flu karena ketularan saya.

Senin Pagi, Mika masih demam tinggi, tetapi ketika dikasih parasetamol suhu tubuhnya turun, tetapi 3 jam kemudian tinggi lagi. Dan bintil-bintil merahnya pun semakin banyak. anaknya pun semakin rewl. Makanan pun ditolak, susu juga ditolak, yang Mika mau hanya air putih. Semakin sore bintil merah semakin banyak, bintil merah itu menimbulkan gelembung air, persis seperti cacar. saya curiga apakah ini cacar atau flu singapur. saya langsung mencoba menghubungi teman saya yang pada 2 minggu sebelumnya, anaknya mengalami flu singapur yang gejalanya hampir sama seperti cacar dan hampir sama seperti mika. Temen saya bilang bedanya cacar sama flu singapur adalah, kalo cacar tidak ada bintil merah di telapak tangan dan kaki serta mulut. Fuih…makin yakin aja nih ini flu singapur. Rencana ke dokter sore itu jg ku tunda, karena saya dan suami tidak pernah anak sakit langsung bawa ke dokter, biasanya kami observasi dulu, minimal 2 hari.

Akhirnya setelah 2 hari, tepatnya hari selasa, berangkatlah kami ke dokter. kenapa ke dokter? karena Mika semakin rewel dan panasnya tak kunjung turun dan bintil merahnya semakin banyak. rewel karena mungkin badannya ga enak, Mika hanya mau digendong oleh saya, sama bapaknya pun dia tidak mau. Saya duduk saja dia langsung nangis menejrit kencang dan susah untuk diberhentikan. Mika hanya ingin dia nyaman dan tak terganggu oleh apapun. Alhasil, saya hanya bisa senderan di tembok sambil menggendong Mika agar saya tidak capek. Hufh betul-betul ujian.

Sampai di dokter, dokter pun langsung melihat dan benar dugan saya, FLU SINGAPUR atau nama lain dari HFMD (Hand Foot Mouth Disease). Karena memang tidak ada obatnya, dokter hanya memberikan obat tets di mulut karena mulutnya penuh dengan putih-putih, salep buat bintil-bintilnya.

Hah ada-ada saja, ke singapur pun tidak tapi kena flu nya, hahaha. untungnya memang kami sudah mencari tahu terlebih dahulu tentang flu singapur di dunia maya, jadi memang apa yg dibilang dokter, ciri-cirinya sama seperti yang dunia maya katakan. Cuman memang virus ini cepat sekali menular kepada anak-anak dari 0-10 tahun. Virus ini menyebar lewat udara, jadi memang ketika anak sudah terkena virus ini, tidak dianjurkan untuk keluar rumah karena bisa menularkan dengan yang lain. Penyakit ini lagi banyak dan mewabah, di komplek saya pun sudah ada beberapa anak yang terkena, di komplek temen saya juga banyak yg terkena virus ini.

So…ini ujian saya dari Mika. Karena ujian inilah akhirnya saya tidak bekerja selama seminggu yang bisa membuat absensi saya semakin buruk, dan hanya bisa berharap bos saya akan mengerti keadaan saya, karena memang saya sering absen karena saya juga sering sakit (nanti akan saya ceritakan tentang sakit saya di judul yg lai. jadilah hal ini membuat absensi saya buruk di Kantor. Apapun itu, yang jelas Anak adalah nomor satu buat saya, Semoga itu juga berlaku buat ibu-ibu yang lain yang terutama bekerja.

Akhirnya…terimkasih sayang, kau membuat ibu semakin sayang padamu.

Ini gambar bintilnya mika:

{{unknown}}

Perjuangan hidup mati yang membuahkan kebahagiaan

Hari senin seminggu sebelum ku melahirkan tepatnya tanggal 23 februari aku merasakan sakit perut seperti mules di kantor, aku sempat deg-degan takut takut mulesnya pengen ngelahirin…tetapi sampai aku pulang kantor rasa mules itu berubah menjadi sakit seperti maagh dan perut menjadi keram.  tak tahan aku ke dokter…dan seperti biasa dokter memberikanku obat yang lumayan mahal,hehehe dan menyuruhku untuk istirahat dirumah seminggu.

Tibalah di hari sabtu tanggal 28 februari malam sekitar jam 11 malam aku merasakan lapar…dengan perut yang lapar..makanlah aku dengan lahapnya, tapi tak lama setelah makan tiba-tiba aku merasakan mual dan terjadilah muntah yang hebat, arrggghhhh…. lemas aku. masih merasakan lemas, tiba-tiba kepalaku menjadi amat pusing, nyut-nyutan tak karuan….rasanya sakit sekali..karna tak kuat aku minum panadol karna aman untuk ibu hamil dan sambil berharap pusing ini akan hilang. tapi bukannya hilang malah semakin menjadi, tak kuat menahan pusing aku minta ke dokter sama suamiku. jadilah kami pergi ke RS. Azra ke IGD nya karna tengah malam seperti ini tentu tidak ada dokter kandungan yang buka praktek. sampai di rs, diperiksa ma dokter jaga, dan beliau mengatakan “gpp bu, ini pusing karna maagh nya, minum aja obat maagh nya sama panadol nya”. Ya sudah, pulanglah kami kembali tanpa ada obat yang sitebus. sampai rumah, karna lemas aku pun tertidur.

Subuh aku terbangun, perutku lapar. ku minum obat lalu aku makan, tapi setelah makan perutku mual dan akhirnya muntah lagi, tambah lemas saja diriku, kembalilah aku tidur. terbangun jam 7 pagi di hari minggu tanggal 1 maret, tiba-tiba kepalaku pusing lagi dan pandangan mataku sudah kabur, tidak bisa terlihat jernih. ku minta ke suamiku untuk ke tempat praktek dokter kandungan. sampai di sana, dokternya lagi operasi in yang melahirkan. nanti prakteknya jam 10an. ya sudah karna masih lama kami (aku dan suami) memutuskan untuk pulang saja, sembari jalan pulang, aku mencoba untuk sarapan bubur, tetapi apa yang terjadi….bubur belum juga
habis aku pun sudah muntah-muntah lagi dan pandanganku semakin kabur. Jam 10 an aku kembali ke dokter, diperiksa tepatnya di USG, tensi darah dan dinyatakan tensiku normal 110/70. karna melihat kondisiku yang sudah lemas dan tidak bisa masuk makanan, dokter memutuskan agar aku dirawat/ di opname di rs. terpilihlah RS.BMC sebagai rujukan dan dokter pun praktek juga disana. tengah hari bolong, kami ke rs.bmc melalui IGD terlebih dahulu. di periksa tensiku dan ternyata tensiku tinggi 160/120. suster di IGD sempat
bingung karna tensiku sebelumnya di tempat dokter kandungan (dr.lukman) normal-normal saja. dia sempat memeriksa 2 kali tensiku untuk memastikan tapi hasilnya tetap sama, tensiku tinggi. akhirnya suster tsb memanggil dokter jaga untuk memeriksa tensiku kembali memastikan apakah benar tensiku tinggi dan hasilnya sama tensiku tetap 160/120.

Masuklah aku ke ruang perawatna di rs.bmc dan lansung bidan-bidan disana melaksanakan tugasnya, mengambil darahku, memberiku obat, masang infus…pokoknya banyak banget deh. sampai sore, orangtua ku datang, mertua datang, kakak ipar datang dan teman datang… saat itu saat terparah pada penglihatanku…aku benar-benar tak bisa melihat bentuk dan rupa mereka…ditanya mereka memakai baju warna apa saja, aku salah menyebutkan…benar-benar kosong, yang ku dengar hanya suara mereka tanpa tahu wujud mereka walaupun sebenernya aku tahu wujud mereka, hehehe. sore berlalu menuju malam, ketika semua orang pulang dan suamiku mengantarkan mertuaku pulang, tiba-tiba dr.Lukman datang dan bertanya padaku “gmn bu keadannya? masih belum jelas penglihatannya?”  kujawab “belum dok, masih samar”  dokter bertanya lagi “ini angka berapa bu?” sambil menunjukkan jarinya. aku menjawab “satu dok” padahal aku sama sekali ga tahu angka berap yang ditunjuk oleh dokter (sok tahu ya gw?), dokter nanya lagi “suami ibu mana?” aku jawab “lagi pulang dok” lalu dokter meminta no telp suamiku dan dia menelfon suamiku dan menyuruhnya cepat kembali ke rs.

Setengah jam kemudian, suamiku datang dan langsung menemui dokter,
mereka berbincang-bincang di ruang sebelah tanpa aku mengetahui apa yang mereka perbincangkan. tak lama suamiku datang menghampiriku dan  mengatakan bahwa kata dokter aku harus melahirkan sekarang, hatus di operasi sekarang juga tapi tidak di rs.bmc karna dokter ingin aku melahirkan di rs yang ada ICU nya lengkap. beliau menyarankan di rspad, rscm atau harapan kita, tetapi ketiga rs tersebut penuh. bingung mencari di mana lagi,
ternyata di bogor ada ICU yaitu di rs.pmi, ditelfon lah dari rs.bmc ke rs.pmi menanyakan adakah tempat disana dan mereka mengatakan ada, jadilah aku diboyong ke rs.pmi dengan menggunakan ambulans…pertama kali dalam hidupku naik ambulans, hehehehe.

Tiba di rs.pmi, tapi apa yang terjadi??? mereka menolak kedatangan kami, mereka mengatakan bahwa ruangan penuh dan alat nya pun rusak, arrrgggghhhh tadi bilangnya ada tetapi sekarang bilangnya ga ada, terjadi kesalahan informasi yang amat fatal. disitu suamiku sudah kesal dan sedikit marah, untung ada orangtuaku, teteh (kakak iparku) dan bidan dari rs.bmc, sehingga suamiku tak panik. akhirnya kami mencoba nmenghubungi rumah sakit yang ada ICU nya disalah satunya rs.fatmawati dan ternyata di fatmawati masih tersedia ruang, langsung saja tengah malam itu sekitar jam 2 kami berangkat ke rs.fatmawati.

Sampai juga di rs.fatmawati, dan tanpa basi-basi langsung aku dihujam dengan berbagai tindakan, dari USG, ambil darah, infus lagi, suntik obat lagi, periksa vaginal, periksa detak jantung bayi, sampai-sampai aku lemas dan ngantuk sekali. setelah semua tindakan selesai dilakukan, suamiku dipanggil dan dibawalah aku ke ruang operasi. di ruang operasi, persiapan operasi lalu suntik obat bius dan yak dimulailah pembedahan perut itu..tak lama
kira-kira 15 menit langsung terdengar suara bayi dan itu adalah anakku, dan terdengar suara dokter “selamat ibu, bayinya laki-laki”. jam 4.30 pagi anakku lahir di hari senin tanggal 2 maret 2009 dengan berat badan yang amat minim yaitu 1,9kg dengan panjang 49cm, kebayang kan kecilnya?hehehe.

Karna operasi dan anakku prematur, aku tak bisa langsung melihat anakku setelah melahirkan. keadaaanku yang masih di infus dan pandangan yang belum pulih walaupun sudah berangsur membaik dan kondisi anakku yang tak memungkinkan untuk dibawa keluar dari ruangan bayi. sehari kemudian aku baru bisa melihat anakku setelah aku lepas infus dan belajar berjalan serta pandanganku semakin membaik. wah…betapa kecilnya dia tetapi ganteng sekali kau nak, kulitnya putih seperti bule dan hidungnya mancung, bibirnya amat merah, ih…lucu sekali. tak menyangka bagiku, aku punya anak??? perasaan kemaren aku baru lulus kuliah, hehehe sekarang aku punya
anak. lengkap sudah kebahagianku, menjadi istri bagi suamiku dan ibu bagi anakku. itu sedikit cerita tentang sejarah melahirkan diriku yang bisa dibilang diluar yang dibayangkan sebelumnya. aku melahirkan di saat kandunganku memasuki 31 minggu 2 hari, belum genap 8 bulan.  jadilah anakku termasuk kategori bayi prematur, tetapi untungnya dia tidak mengalami gangguan apapun, sehat dan bagus kondisinya, hanya berat badannya saja yang rendah.

Oh ya, nama anakku Mikail Shira Aydin Hadi yang artinya Pemimpin
perkasa pembawa rezeki yang selalu bernyanyi untuk kesejahteraan, cerdas dan memandu kearah kebaikan. untuk cerita selengkapnya mengenai nama anakku dan kenapa kami memberi nama seperti itu, dapat dilihat di blog suamiku di : http://hawarihadi.wordpress.com/2009/03/09/arti-nama-anakku/
dan
http://www.facebook.com/profile.php?id=1022427413#/note.php?note_i
d=55288399291.
atau kalau kalian mau melihat anakku bisa di :
http://www.facebook.com/profile.php?id=1503405174&ref=name

Selamat bersenang-senang….

  • Siapa hayoh?

    ga suka kekerasan, sebel bunyi klakson, suka renang, ga suka makan babat, suka banget pizza dan buah duku