Pengantin Sunat

Salah satu tugas orangtua yang mempunyai anak laki-laki adalah mengantarkannya untuk sunat. Sebagai orangtua yang mempunyai 2 anak laki-laki sudah tentu peristiwa sunat ini adalah peristiwa yang bisa dibilang campur aduk lah rasanya. Apalagi jika si anak sudah meminta untuk disunat dimana saya sebagai orangtua masih merasa anak saya terlalu kecil untuk disunat, ya perasaannya tentu campur aduk, antara bahagia, takut, sedih dan bermacam-macam rasanya. Ya bolehlah jika dibilang si ibu ini agak lebay tetapi ya memang begitu adanya, biarlah haha.

Unilever BrightFuture: Dukung Masa Depan Cerah Anak Indonesia

Masa depan anak adalah masa depan bangsa menurut saya, sehingga menciptakan masa depan yang baik bagi anak adalah tugas orangtua pada khususnya agar masa depan anak cerah tanpa hambatan. Banyak cara sebenarnya yang bisa kita lakukan untuk menciptakan masa depan yang baik bagi anak yaitu dengan membangun kembali dunia ramah anak, mengenalkan anak pada dunia yang lebih optimis agar anak bisa mengembangkan kemampuan yang mereka miliki. Dari banyak cara tersebut, hal yang terpenting adalah kita turun langsung mendampingi anak-anak untuk mengajak mereka melihat dunia dengan cara yang lebih baik tanpa ada rasa takut dan pesimis.

BPJS, Ya atau Tidak ?

Pertama kali program BPJS tayang, saya merupakan salah satu warga yang ikut mendaftarkan diri saya, age dan mika ke BPJS. Sebenarnya BPJS tidak jauh berbeda dari ASKES yang saya punya ketika masih bekerja menjadi PNS, tetapi karena saya sudah tidak menjadi PNS lagi, ASKES saya harus dirubah menjadi BPJS individu/perorangan. Sebenarnya proses pembuatan BPJS itu tidak sulit tetapi karena waktu itu baru jadi orang-orang masih bingung dan harus bolak-balik karena tidak membawa persyaratan lengkap ditambah waktu yang panjang untuk mengurusnya membuat orang malas membuat BPJS. Tetapi waktu itu sih saya jabanin antri panjang karena saya sedang hamil Jibril dan berharap ketika melahirkan nanti saya bisa menggunakan BPJS seperti ASKES yang saya gunakan ketika melahirkan Mika.

Dia Wanita yang Hebat di Mata Saya

Pertama mengenal wanita ini tentu saja di kantor tempat saya bekerja menjadi PNS, dari luar dia terlihat biasa saja, tidak ada ubahnya dengan wanita lain, berbadan lumayan berisi alias tidak kurus dan juga tidak gemuk, menggunakan jilbab, memnggunakan kaca mata, yah seperti wanita dewasa pada umumnya, tidak terlihat sama sekali seperti wanita yang sakit atau pernah terbaring lemah tak berdaya di bangsal rumah sakit, jadi pada awalnya saya tidak tahu kalo dia sebenernya bukan wanita biasa seperti pada umumnya. Karena dia terlihat seperti wanita pada umumnya, tentu saja saya tidak menganggap dia sebagai wanita ya biasa saja seperti saya, berteman seperti biasa, tetapi saya memanggil dia dengan sebutan “Mbak Nanik”, karena ya dia memang lebih tua beberapa tahun dari saya dan juga orang jawa, jadi saya slalu memanggil dia dengan sebutan Mbak.

Belajar Ikhlas dan Sabar

Sampai saat ini, gw masih mencoba untuk terus belajar ikhlas menjalani hidup ini karena kenyataannya untuk ikhlas itu susyeh banget ya booo, ngemeng sih gampang, tapi praktiknya, huwwooo pengen garuk tembok rasanya haha *lebay*. Lebay? ya ho oh lebay wong emang susah koq, ga banyak orang yang bisa bener-bener ikhlas lahir batin, sedikit banget lah, yang banyak mah orang yg bilang ikhlas tapi hatinya ga ikhlas hahaha dan gw pun termasuk didalamnya. Makanya gw mencoba bener-bener belajar ikhlas lahir bathin luar dalem deh.

  • Siapa hayoh?

    ga suka kekerasan, sebel bunyi klakson, suka renang, ga suka makan babat, suka banget pizza dan buah duku