Hello Sarjana Desain

Saya dan Akbar, kami hanya 2 bersaudara yang memiliki jarak umur yang lumayan jauh, 10 tahun. Ya sebenarnya saya hampir menjadi anak tunggal mama dan papa sampai akhirnya Akbar lahir di dunia dan menjadi satu-satunya adik kesayangan saya. Mungkin karena jarak yang sangat jauh serta keinginan saya yang ingin sekali punya adik, hampir selama kami hidup bersama sebagai adik kakak rasanya kami hampir tidak pernah bertengkar, berebut, berantem atau marah lama layaknya pertengkaran standar adik kakak. Entahlah, rasanya saya tidak tega jika harus marah, rebutan atau bertengkar dengan Akbar, rasanya kasihan saja melihat Akbar jadi yang muncul adalah rasa kasihan jika saya memarahi dia walaupun sesuatu yang tidak saya suka.

Piknik Dongeng: Piknik di Kebun Raya dan Mendengarkan Dongeng

Hari minggu lalu di Bogor tepatnya di Kebun Raya Bogor ada acara anak-anak yang seru yaitu Piknik Dongeng. Piknik dongeng ini sebenarnya acara tahunan yang setiap tahunnya diadakan di bulan November berbarengan dengan Festival Dongeng Indonesia. Jadi memang bulan November adalah bulan pesta dongeng yang hampir setiap kota membuat acara dongeng serupa. Menarik kan? Menarik banget lah. Nah untuk Piknik dongeng kali ini adalah Piknik dongeng ke-3, berarti sudah 3x diadakan di Bogor dan berlokasi di Kebun Raya Bogor.

Ngopi di Kota Hujan, Rumah Kopi Ranin

Saya pribadi bukan penikmat kopi, bukan karena tidak suka tetapi karena tidak bisa. Saya suka kopi tetapi perut saya tidak menyukainya, jadi setelah dinyatakan terkena maagh akut, berhenti pula saya sebagai penikmat kopi, karena jika saya membandel sedikit, sudah pasti besoknya saya akan mengunjungi salah satu IGD rumah sakit haha. Sayangnya, saya termasuk orang yang suka sekali nongkrong lama di warung kopi modern atau kata kerennya coffe shop, sambil bercengkrama dengan teman, kencan berdua dengan age bahkan untuk menyendiri mengerjakan sesuatu.

Liburan ke Pulau Penghasil Timah, Bangka….(3)

Hari ketiga adalah hari terakhir kami jalan-jalan di Pulau Bangka karena esok kami sudah harus pulang dengan jadwal pesawat jam 11 siang yang sudah pasti tidak akan sempat kemana-mana selain beli oleh-oleh. Di hari ketiga ini kami sempat bingung mau kemana, sampai akhirnya tercetus untuk ke Danau Kaolin di desa Air Bara, Koba, Bangka. Perjalanan ke Danau Kaolin cukup jauh tetapi tidak sejauh Bogor-Jakarta ditambah kemacetannya ya ahaha. Tetap saja sejauh apapun di Bangka sudah pasti tidak kenal macet, jalanan juga lumayan mulus sehingga tak terasa jauh walaupun lumayan jauh ahaha.

Liburan ke Pulau Penghasil Timah, Bangka….(2)

Liburan ke Bangka hari ke dua ini tujuan kami tetap pantai dan pemandian air panas, yaitu Pantai Tikus Emas, Pantai Tongaci dan Pemandian Air Panas Pemali. Seperti yang saya bilang di postingan sebelumnya bahwa Pulau Bangka dikelilingi tempat wisata pantai yang sangat banyak dan indah, tetapi sayangnya kurang dibuat menjadi tempat wisata yang menarik. Mungkin jika tempat wisata pantai ini bisa dikelola dengan baik, saya yakin akan banyak para wisatawan yang datang ke Pulau Bangka. Agak sedikit gemas melihat keindahan alam yang luar biasa tetapi kurang dikelola dengan baik itu rasanya sedikit menusuk di hati, semoga dinas pariwisata di Pulau Bangka bisa melihat jeli kemungkinan baik kedepannya ya. Karena terus terang saja, waktu dulu saya ke Bangka ini yang masih baru menjadi provinsi dan melihat keadaan sekarang memang lumayan pesat pertumbuhannya sebagai provinsi baru, nah semoga pariwisatanya juga ikut melesat yaa dan ga kalah promosi sama tetangga sebelahnya hehe.

  • Siapa hayoh?

    ga suka kekerasan, sebel bunyi klakson, suka renang, ga suka makan babat, suka banget pizza dan buah duku