Saya bukan orang yang termasuk ikut mudik ketika hari raya Iedul Fitri tiba, karena kebetulan kelaurga besar orangtua dan mertua saya tinggal di Bogor dan Jakarta. Tetapi banyak teman dan keluarga saya yang hampir setiap hari raya akan mudik atau pulang ke kampung halamannya, baik yang di Pulau Jawa maupun di luar Pulau Jawa. Seru sekali jika mendengar mereka cerita mengenai momen pulang kampung ini karena disaat itulah waktunya mereka berkumpul bersama dengan sanak saudara mereka yang serta mempererat tali silaturahmi, ditambah juga momen untuk liburan bersama. Nah saya yakin pasti banyak teman-teman yang juga pulang kampung kan?

Tentunya banyak hal yang harus kita siapkan dari jauh-jauh hari jika ingin pulang ke kampung halaman. Misalnya menyiapkan dana, membeli oleh-oleh untuk eklaurga di kampung halaman, memilih moda transportasi yang sesuai dengan kebutuhan serta jadwal kegiatan selama di kampung halaman. Untuk moda transprtasi biasanya dipilih sesuai kebutuhan, jarak, waktu serta dana. Banyak beragam jenis transportasi yang biasanya digunakan seperti membawa kendaraan pribadi sendiri, pesawat, kapal laut maupun kereta api. Semua transportasi tentu ada plus dan minusnya, semua diatur sesuai dengan kebutuhan. Tidak jarang memang harga tiket akan melambung ketika mendekati hari raya, bahkan sebulan sebelum hari raya, harga tiket transportasi sudah mulai melambung. Beberapa teman saya yang kampung halamannya masih di pulau Jawa, banyak yang memilih membawa kendaraan pribadi atau menggunakan kereta api untuk moda pulang kampung mereka. Alasannya tentu saja harganya lebih terjangkau jika menggunakan kereta api.

Saya sendiri termasuk penggemar kereta api, bebas macet dibandingkan saya harus membawa kendaraan pribadi, tidak terlalu capek juga untuk menyetir kendaraan, sehingga kita bisa cukup beristirahat di kereta. Andalan saya dalam membeli tiket kereta api tentu saja dengan cara online, tinggal klik, pilih dan bayar, sangat mudah dan hanya lewat genggaman tangan. Salah satu tempat andalan saya membeli tiket kereta api adalah di Traveloka  karena pemesanan sangat mudah, bisa di buka di https://www.traveloka.com/kereta-api. Setelah mendapatkan tiket kereta api, kita juga harus tahu durasi perjalanan kereta api. Kenapa? karena durasi perjalanan menggunakan kereta api akan memakan waktu agak lama sekitar 3 hingga 16 jam tergantung tempat tujuan kita.

Dengan waktu selama itu, dapat dipastikan otot badan kita akan kaku dan pegal karena terlalu lama duduk di ruang gerak terbatas seperti kereta. Belum lagi resiko postur tubuh kita atau tulang punggung menjadi kurang sempurna dan biasanya menjadi sakit. Ada orang mungkin bisa kuat untuk duduk selama 3 jam, tapi ada juga yang tidak, lalu jika harus duduk selama 3 jam lebih apa yang harus kita lakukan? Saya biasanya mulai dari mengonsumsi air putih atau mineral secara teratur dan melakukan peregangan – peregangan otot sederhana seperti panduan berikut ini.

Peregangan Otot Leher dan Bahu

Bentuk kursi yang kurang tepat dengan bentuk tubuh akan membuat bagian leher dan bahu mudah terasa kaku. Untuk mengatasinya, gerakkan kepala ke arah kiri dan kanan bergantian secara perlahan. Kemudian lakukan gerakan memutar sesuai arah jarum jam selama 8 putaran, lalu lakukan ke arah sebaliknya sebanyak 8 putaran juga. Selanjutnya, gerakkan kedua bahu ke depan dan ke belakang sampai bahu terasa lebih nyaman.

Peregangan Otot Tangan

Ruang gerak terbatas dan sandaran tangan yang keras di kereta membuat tangan kita mudah lelah. Biasanya saya meluruskan kedua tangan kemudian tekuk tangan kiri sambil menyentuh pundak kanan. Lakukan gerakan tersebut selama 8 detik, kemudian bergantilah ke tangan lainnya.

Peregangan Otot Punggung

Untuk meregangkan otot bagian punggung, bisa mdilakukan tanpa perlu beranjak dari kursi kereta. Cukup dengan duduk dalam posisi tegak, kemudian putar bagian atas tubuh ke arah kanan dan kiri secara bergantian. Gerakan ini bisa dilakukan dalam 10 hitungan. Jika punggung masih terasa kaku, ulangi lagi gerakan tersebut.

Peregangan Otot Kaki

Jarak antar kursi yang sempit membuat kaki tidak leluasa untuk berselonjor ataupun mengangkatnya ke atas. Hal tersebut membuat kaki kita terasa sangat pegal dan tentunya menyebalkan ya. Nah, agar tidak terbawa emosi dan kaki semakin pegal, kita bisa melakukan gerakan ini. Dalam posisi duduk, angkat tumit kaki dan letakan jari kaki di lantai. Lakukan gerakan memutar sebanyak 10 kali. Ulangi gerakan ini untuk kaki satunya. Gerakan sederhana ini akan melemaskan otot kaki dan bisa dilakukan tanpa harus mengganggu penumpang di sebelah.

Tetapi, jika ukuran kursi cukup luas untuk menggerakkan kaki atas, kita bisa coba mengubah posisi duduk setiap beberapa saat. Contohnya menekuk kaki atau duduk bersila. Selain itu kita juga bisa berdiri dan melakukan jalan di tempat secara berkala setiap 30 menit atau 60 menit sekali.

Cari Suasana yang Berbeda

Berada di satu tempat yang sama terus-menerus akan membuat bosan dan pegal. Untuk mengatasinya, saya biasanya pergi ke kamar mandi setiap 1 atau 2 jam sekali. Perjalanan dari lorong kursi ke kamar mandi akan membuat saya menemukan suasana yang baru seperti melihat penumpang lain dan pemandangan dari jendela. Sambil berjalan, kita bisa menggerakkan kaki dan tangan dengan bebas karena lorong kereta api terbilang cukup luas. Saat kereta api berhenti di sebuah stasiun, saya sempatkan diri untuk turun sebentar dan nikmati udara segar. Terlalu lama menghirup udara AC juga tidak terlalu baik untuk kesehatan.

Nah itu beberapa cara yang biasanya dilakukan untuk mereganggkan otot supaya ga pegal-pegal. Jika dilakukan, badan kita akan fit sampai tempat tujuan. Semoga tips nya membantu ya.

sumber: healthline.com

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked (*).

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

  • Siapa hayoh?

    ga suka kekerasan, sebel bunyi klakson, suka renang, ga suka makan babat, suka banget pizza dan buah duku