Pertama kali program BPJS Kesehatan tayang, saya merupakan salah satu warga yang ikut mendaftarkan diri saya, age dan mika ke BPJS Kesehatan. Sebenarnya BPJS tidak jauh berbeda dari ASKES yang saya punya ketika masih bekerja menjadi PNS, tetapi karena saya sudah tidak menjadi PNS lagi, ASKES saya harus dirubah menjadi BPJS individu/perorangan. Sebenarnya proses pembuatan BPJS itu tidak sulit tetapi karena waktu itu baru jadi orang-orang masih bingung dan harus bolak-balik karena tidak membawa persyaratan lengkap ditambah waktu yang panjang untuk mengurusnya membuat orang malas membuat BPJS. Tetapi waktu itu sih saya jabanin antri panjang karena saya sedang hamil Jibril dan berharap ketika melahirkan nanti saya bisa menggunakan BPJS seperti ASKES yang saya gunakan ketika melahirkan Mika.

PR terbesar waktu itu adalah masih awamnya masyarakat tentang BPJS dan juga belum siapnya Rumah sakit serta dokter-dokter tentang BPJS, jadi ketika awal peluncuran BPJS dahulu memang agak kacau dari semua pihak, bahkan waktu itu untuk USG kehamilan saja tidak ditanggung oleh BPJS, tetapi sepertinya sekarang sih sudah daitanggung ya sama BPJS. Agak sebel juga awalnya karena ketika bulan kedua saya hendak membayar BPJS, saya tidak bisa membayarnya karena ada permasalahan di virtual account saya sehingga harus menunggu proses yang tak kunjung hadir kala itu yang akhirnya membuat saya lupa dengan BPJS. Untungnya waktu lahiran Jibril ada asuransi dari kantor Age sehingga harapan kepada BPJS pun hilang sudah.

Setelah 2 tahun tidak menggunakan BPJS, akhirnya saya menggunakan lagi BPJS ketika Mika harus dirawat di RS. Mungkin karena sudah lebih dari 2 tahun, BPJS pun memperbaiki diri sehingga sudah cukup baik pelayanannya dan sesuai dengan apa yang menjadi pagu dari BPJS. Walaupun masih sedikit ribet ya jika kita ingin ke poliklnik di RS kita tetap harus meminta rujukan itu ke Faskes 1 kita seperti puskesmas atau klinik. Sebenarnya sih ini baik jika kita bisa melihat dari sisi yang lain, jika kita bisa dengan mudahnya langsung ke RS, dimana RS saja sudah penuh dengan pasien rujukan yang memang harus di tangani oleh dokter spesialis menjadi tambah penuh dengan kedatangan kita yang mungkin hanya sakit demam, batuk flu atau sakit yang masih bisa ditangani oleh puskesmas atau klinik. Untungnya sih sekarang karena adanya BPJS ini, puskesmas pun bebenah juga untuk memberikan pelayan yang terbaik ya, sehingga gambaran dulu puskesmas yang tidak oke lambat laun menghilang. Kenapa ada untungnya karena seperti saya yang harus bolak balik tambel gigi tidak perlu ikutan mengantri panjang di RS, cukup antri di puskesmas saja dan gratis pula kan karena memakai BPJS. Tetapi jika memang ada tindakan yang harus dilakukan oleh seorang dokter spesialis sudah pasti kita akan dirujuk ke RS. Sekarang sih saya jika sakit gigi, asma saya kumat, atau maagh saya kumat, saya ke puskesmas karena ternyata obatnya sama saja dengan yang di dapat di IGD RS swasta ahaha. Bahkan waktu kami sekeluarga kena cacar, kami hanya ke puskesmas saja tanpa harus ke RS.

Kelemahan yang ada adalah antrian yang lumayan panjang ketika kita mendaftar di Rumah Sakit jika rawat jalan. Ya wajar sih panjang karena kan banyak juga yang menggunakan BPJS jadi cukup memakan waktu. Sudah mulai baik sih karena loket BPJS di RS sudah mulai banyak dibandingkan loket umum, sehingga antrian yang panjang bisa tidak terlalu panjang. Untuk rawat inap pun sebenarnya tidak terlalu sulit, jika kita ke poli dan harus di rawat di RS kita tinggal ke bagian rawat inap untuk mencari kamar sesuai dengan kelas yang kita bayar setiap bulannya, jika kelas penuh kita bisa upgrade ke kelas yang lebih atas atau bisa ke kelas yang bawah. Jika upgrade ke kelas lebih atas tentu ada tambahan biaya nantinya tetapi pengalaman saya ketika saya di rawat dan mika dirawat, penambahan biaya tersebut juga tidak terlalu besar karena kami biasanya hanya menambah biaya kamar dan dokter saja, untuk obat kami tidak membayar karena dokter memberikan obat-obat yang dicover oleh BPJS.

Saat ini saya juga sedang merasakan manfaat BPJS, kebetulan gigi geraham belakang saya berlubang, sudah ditambal tetap 2x oleh dokter gigi di puskesmas tetapi setelah tambal tetap, gigi saya masih sakit sehingga saya dirujuk ke dokter gigi konservatif yang bisa menggunakan BPJS. Awalnya saya males banget harus di rujuk ke RS karena sudah membayangkan antrian yang panjang, dan sempat bertanya ke dokter gigi jika saya tidak pakai BPJS, ke RS lain dan biaya sendiri apakah biayanya besar, dan jawabannya tentu saja lumayan menguras isi kantong ya, jadi bairlah saya antri sedikit demi kantong yang tidak bolong haha. Dan memang betul, semua ada prosesnya dan harus dilewati, saya antri kira-kira 1 jam untuk pendaftaran ke Poli, kemudian antri di poli gigi dan untungnya 2x saya ke poli gigi, antriannya tidak lama. Sebenarnya jika hati kita adem dan siap melewati prosesnya, hasilnya akan lebih mudah dan enak sih. Kemarin saya datang ke RS jam 9, jam 11 saya sudah beres di periksa oleh dokter gigi. Kalo kalian bilang jam 9-11 itu lama bagi saya sih tidak karena saya pernah antri di dokter kandungan yang tidak menggunakan BPJS dari jam 10 pagi antri dan saya baru masuk ke ruangan dokter jam 7 malam hahaha, jadi mana yang lebih lama antrinya?

Jadi menurut saya, adanya BPJS ini cukup lumayan membantu lah ya apalagi untuk kalangan menengah kebawah. BPJS pun juga banyak menutupi pembiayaan perawatan-perawwan penyakit yang biasanya tidak di tutupi oleh asuransi swasta lainnya. Bahkan untuk kemoterapi saja yang biayanya lumayan mahal, BPJS bisa menutupi pembiayaannya. Setiap sistem terkadang ada sisi baik dan ada sisi kurangnya, nah semoga kurangnya ini bisa terus diperbaiki oleh BPJS dan Pemerintah sehingga kita sebagai masyarakat bisa menikmatinya dengan baik.

Oh ya tambahan lagi, saya baru saja mendaftarkan Jibril untuk mengikuti BPJS, karena dikeluarga kami hanya tinggal Jibril yang belum didaftarkan. Saya sempat baca-baca di mbah google jika ingin mendaftarkan anggota keluarga baru harus datang ke kantor cabang, duh lagi-lagi saya agak malas kalo apa-apa harus dilakukan di kantor cabang, apakah tidak bisa online?. Untuk menjawab pertanyaan saya itu akhirnya saya menelpon ke Halo BPJS di 1500400 dan ternyata kata mbak cs yang suaranya lembut itu, pendaftaran anggota baru bisa dilakukan secara online. Akhirnya saya mencoba mendaftar online di sini dan benar ternyata bisa, setelah mendaftar dan megisi data yang dibutuhkan, saya menerima konfirmasi pendaftaran via email yang kemudian saya mendapatkan nomor virtual account BPJS Jibril, nah saya tinggal bayar dan konfirmasi kembali setelah bayar untuk medapatkan e-card BPJS nya yang tinggal download dan print sendiri. Ahay senang ya kalo bisa lebih mudah begini.

BPJS, ya atau tidak? kalo saya sih Ya!

bpjs1

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked (*).

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

  • Siapa hayoh?

    ga suka kekerasan, sebel bunyi klakson, suka renang, ga suka makan babat, suka banget pizza dan buah duku