Apa sih investasi itu?

Kenapa kita butuh investasi?

Digunakan untuk apa investasi itu?

Inevastasi sendiri bisa diartikan dengan mengeluarkan atau menyimpan sejumlah uang pada sesuatu untuk mendapatkan keuntungan. Dalam keuangan rumah tangga, investasi sangat diperlukan untuk kebutuhan masa depan keluarga. Jenis pilihan investasi juga biasanya kembali kepada kebutuhan masing-masing keluarga.

wpid-wp-1507709526782..jpg

Pada acara Visa Finacial Literacy kali ini, Mbak Prita Ghozie sang financial educator menjelaskan lebih dalam mengenai invesati. Apa saja yang harus kita ketahui mengenai investasi dan bagaimana memilihnya, jangan sampai kita terjebak oleh investasi bodong yang menyebabkan kerugian bukan keuntungan. Karena biasanya banyak tawaran investasi yang menggiurkan sehingga kita tidak bisa berfikir dengan baik dan terjebak untuk mengikuti investasi yang nyatanya malah bodong.

Nah, agar kita tidak terjebak pada investasi bodong, ada 5 prinsip dalam berinvestasi yang harus kita ketahui dan selalu ingat, antara lain:

Pahami Resiko dan Tujuan Berinvestasi

Sebelum kita berinvestasi, kita harus mengetahui dulu tujuan investasi kita apa dan akan digunakan untuk apa. Diibaratkan seperti kita mempunyai sapi, tentu saja kita mengingnkan sapi yang gemuk dan sehat, dagingnya banyak dan susu nya banyak sehingga kita bisa mendapatkan keuntungan banyak dari si sapi tersebut. Sama dengan investasi, kita tentu menginginkan hasil yang sangat menguntungkan sehingga kita tujuan kita bisa tercapai. Banyak pilihan inevastasi yang bisa kita pilih, misalnya emas, deposito, saham, reksadana, properti, dll. Tetapi kembali lagi pahami dulu risiko yang ada.

wpid-wp-1507709801290..jpg

Sebelum memilih, kita harus mengetahui profil investor yang akan kita pilih. Ada 3 jenis tipe investor, yaitu:

  • Investor konservatif adalah tipe investor yang cenderung bermain di instrumen investasi yang aman dan risikonya rendah.
  • Investor moderat, adalah investor yang memiliki tingkat toleransi terhadap risiko lebih tinggi asalkan imbal hasilnya sepadan. Inestor ini biasanya dengan dengan prosentase 60% defensif dan 40% agresif.
  • Investor agresif, adalah investor dengan tingkat toleransi risiko yang tinggi. Investor ini biasnaya  prosentase 30% defensif dan 70% agresif.

Nah dari 3 profil investor tersebut, kita harus mengetahui tipe investor apakah kita? apakah kita orang yang termasuk yang ingin main aman saja, maka pilihan konserfatif sangat cocok dengan kita. Tetapi jika kita termasuk orang yang high risk high return kenapa tidak mencoba investasi yang agresif. Dari sini jelas ya tahap awal apa yang harus kita lakukan agar kita tidak terjebak pada pilihan kita sendiri.

Tentukan Jangka Waktu

Jangka waktu disini maksudnya adalah jangka waktu kita berinvetasi. Apakah untuk jangka waktu yang pendek atau jangka waktu yang panjang. Jangka waktu ini digunakan juga untuk menentukan tipe investasi apa yang akan kita pilih. Misalnya kita investasi untuk biaya kuliah anak-anak nanti yang waktunya masih lama, nah ini bisa kita masukkan ke jangka panjang. Kita bisa memilih investasi yang kiranya untuk jangka panjang dan tetap menghasilkan. Nah dengan kita mengetahui tujuan kita berinvesatsi dan jangka waktuya akan mempermudah kita menentukan instrumen investasi apa yang akan kita pilih.

wpid-wp-1507709526896..jpg

Jika tujuan investasi kita untuk jangka pendek misalnya untuk renovasi rumah, membeli mobil atau berlibur dengan jarak waktu investestasi 1-3 tahun, kita bisa memilih instrumen investasi seperti deposito, emas, dinar, reksadana pendapatan tetap atau pasar uang. Dan untuk jangka waktu yang lebih lama diatas 5 tahun kita bisa memilih saham, tanah, property, reksadana saham atau campuran.

Ragam Investasi

Seperti contoh sapi diatas dalam investasi, tentu banyak yang ingin kita dapat dari si sapi. tetapi tetap harus dipilih apakah kita ingin sapi digemukkan agar dagingnya banyak atau  sapi perah untuk kita perah susunya?. Pasti jawaban kita ingin kedua-duanya kan? Nah jawaban tersebut apakah kita ingin saving si sapi, investasikan si sapi atau spekulasikan si sapi? nah bingung kan?

wpid-wp-1507709801363..jpg

3 jenis ragam investasi, antara lain:

  • Aset fisik, seperti property, logam mulia, tanah, kendaraan. Aset fisik ini tidak hanya terbatas pada itu saja, misalnya contoh lain seperti tas merk mahal, sepatu merk yang mahal, mainan anak yang mahal yang kiranya bisa di investasikan.
  • Surat berharga seperti obligasi, reksadana, deposito, saham.
  • Bisnis. Bisnis bisa kita jadikan investasi tetapi bisnis memiliki risiko yang sangat besar.

Dari 3 ragam jenis investasi tersebut, harusnya kita sudah tahu apa investasi yang akan kita pilih dan sesuaikan dengan kebutuhan kita agar kita bisa meminimalisir resiko yang kita dapat. Hal yang paling penting lagi sebelum memilih investasi, kita juga harus mengetahui risikonya.Berikut ini merupakan faktior-faktor  resiko dalam investasi, yaitu:

  • Risiko Likuiditas. Risiko yang muncul akibat kesulitan menyediakan uang tunai dalam jangka waktu tertentu. Misalnya : jika suatu pihak tidak dapat membayar kewajibannya yang jatuh tempo secara tunai.
  • Risiko volatilitas harga. Risiko diartikan sebagai volatilitas atau naik-turunnya harga saham.
  • Risiko gagal bayar. Risko modal yang kita miliki tidak bisa kembali lagi.
  • Risiko pasar. Risiko terjadi karena adanya inflasi atau naik turunnya nilai mata uang.
  • Risiko penipuan berkedok investasi.  RTisiko yang berbahaya dari investasi alias penipuan.

wpid-wp-1507709526821..jpg

Strategi Investasi

Dalam berinvestasi dibutuhkan strategi dalam memilih investasi. Ada 3 strategi investasi yang bisa kita terapkan, yaitu:

  • Cost Averaging. Dengan disipilin investasi setiap bulan dan tidak terpengaruh kondisi pasar. Investasi rutin dapat membantu untuk meminimalisir expousure downside risk pada portofolio anda di suatu waktu.
  • Diversification. Meminimalisir resiko dengan berinvestasi di berbagai sektor atau instrumen.
  • Long Term. Resiko berinvestasi tidak dapat dihindari, namun pada umumnya dapat diminmalisir dengan lamanya jangka investasi. Investasi adalah alat terbaik membantu anda untuk meraih long term goal.

Review dan Re-Alokasi

Dengan berinvestasi tentunya kita harus melakukan evaluasi setiap saat agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan dan yang lebih penting adalah terhindar dari investasi bodong. Re-alokasi anggaran juga perlu dilakukan agar keungan keluarga kita bisa tetap terjaga dengan baik tanpa harus ada yang dikorbankan.

wpid-wp-1507709801106..jpg

Wasapada Investasi Bodong

Hal-hal yang harus kita perhatikan adalah jangan mudah tergiur dengan investasi dengan imbalan yang besar dan pasti. Semua investasi pasti ada risiko dan hasilnya tidak dapat dikamin. Kemudian periksa juga legalitas dan izin perusahaan yang menawarkan ke otoritas jasa keuangan. Skema investasi yang ditawarkan juga harus jelas, darimana potensi keuntungan akan diperoleh. Hal yang paling penting adalah berhati-hati dengan money game, arisan berantai, tawaran investasi kebun abc, dll.

Jadi hati-hati dalam berinvestasi karena semua pasti ada risikonya. investasi dilakukan sesuai dengan tujuan keluarga, jangan sampai malah menggangu keuangan keluarga.

wpid-wp-1507709801199..jpg wpid-wp-1507709801160..jpg

Nah, lengkap sudah ya sesi keungan keluarga barenng Visa ini, saya banyak banget mendapatkan ilmu yang bermanfaat dari acara ini. Sekali lagi hal yang harus kita lakukan sebagai ibu yang tugasnya mengatur keuangan kelaurga adalah: cek keuangan keluarga kita pakaah sudah sehat atau belum. kemudian lakukan budgeting dan planning dalam anggaran keuangan agar sesuai dengan kebutuhan keluarga dan yang terkahir adalah investasi. Pilih investasi yang sesuai kebutuhan dan hindari investasi bodong.

wpid-wp-1507709526714..jpg

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked (*).

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

  • Siapa hayoh?

    ga suka kekerasan, sebel bunyi klakson, suka renang, ga suka makan babat, suka banget pizza dan buah duku