Ngopi di Kota Hujan, Rumah Kopi Ranin

Saya pribadi bukan penikmat kopi, bukan karena tidak suka tetapi karena tidak bisa. Saya suka kopi tetapi perut saya tidak menyukainya, jadi setelah dinyatakan terkena maagh akut, berhenti pula saya sebagai penikmat kopi, karena jika saya membandel sedikit, sudah pasti besoknya saya akan mengunjungi salah satu IGD rumah sakit haha. Sayangnya, saya termasuk orang yang suka sekali nongkrong lama di warung kopi modern atau kata kerennya coffe shop, sambil bercengkrama dengan teman, kencan berdua dengan age bahkan untuk menyendiri mengerjakan sesuatu.

Liburan ke Pulau Penghasil Timah, Bangka….(3)

Hari ketiga adalah hari terakhir kami jalan-jalan di Pulau Bangka karena esok kami sudah harus pulang dengan jadwal pesawat jam 11 siang yang sudah pasti tidak akan sempat kemana-mana selain beli oleh-oleh. Di hari ketiga ini kami sempat bingung mau kemana, sampai akhirnya tercetus untuk ke Danau Kaolin di desa Air Bara, Koba, Bangka. Perjalanan ke Danau Kaolin cukup jauh tetapi tidak sejauh Bogor-Jakarta ditambah kemacetannya ya ahaha. Tetap saja sejauh apapun di Bangka sudah pasti tidak kenal macet, jalanan juga lumayan mulus sehingga tak terasa jauh walaupun lumayan jauh ahaha.

Liburan ke Pulau Penghasil Timah, Bangka….(2)

Liburan ke Bangka hari ke dua ini tujuan kami tetap pantai dan pemandian air panas, yaitu Pantai Tikus Emas, Pantai Tongaci dan Pemandian Air Panas Pemali. Seperti yang saya bilang di postingan sebelumnya bahwa Pulau Bangka dikelilingi tempat wisata pantai yang sangat banyak dan indah, tetapi sayangnya kurang dibuat menjadi tempat wisata yang menarik. Mungkin jika tempat wisata pantai ini bisa dikelola dengan baik, saya yakin akan banyak para wisatawan yang datang ke Pulau Bangka. Agak sedikit gemas melihat keindahan alam yang luar biasa tetapi kurang dikelola dengan baik itu rasanya sedikit menusuk di hati, semoga dinas pariwisata di Pulau Bangka bisa melihat jeli kemungkinan baik kedepannya ya. Karena terus terang saja, waktu dulu saya ke Bangka ini yang masih baru menjadi provinsi dan melihat keadaan sekarang memang lumayan pesat pertumbuhannya sebagai provinsi baru, nah semoga pariwisatanya juga ikut melesat yaa dan ga kalah promosi sama tetangga sebelahnya hehe.

Liburan ke Pulau Penghasil Timah, Bangka….(1)

Ini sebenarnya liburan dadakan saya dan anak-anak karena memang tidak direncanakan sama sekali, hanya karena datuk dan nenek ada keperluan ke Bangka yang diketahui oleh Mika dan dia ingin ikut tapi harus sama ibu dan adiknya, jadilah kami liburan ke Bangka. Liburan kali ini pun liburan pertama kami tanpa age karena age harus mengerjakan beberapa pekerjaan yang tidak bisa ditinggalkan. Awalnya agak khawatir karena belum pernah saya pergi liburan dengan anak-anak tanpa age, takut anak-anak bikin rusuh dan saya jadi bertanduk makanya tidak pernah saya mau pergi tanpa age walaupun ada bala bantuan nenek dan datuk. Tetapi kali ini karena saya butuh piknik dan sepertinya anak-anak juga perlu liburan ya sudah lah dengan penuh harapan dan berdoa agar anak-anak bisa manis selama liburan.

TUM LUncheon: Peran Penting Orangtua untuk Perlindungan Keluarga – MNC Family Care

Akhir bulan lalu,29 September 2016 saya berkesempatan mengikuti acara TUM Luncheon (The urban mama Luncheon) dengan topik “Peran Penting Orangtua untuk Perlindungan Keluarga” bersama narasumber Mbak Fioney Sofyan (Mbak Oney) yang merupakan salah satu #TUMExpert.

Apa sih yang penting bagi kita orangtua untuk perlindungan keluarga? Banyak banget hal-hal penting yang harus kita lakukan untuk melindungi keluarga, salah satunya yaitu perlindungan keluarga. Ketika kita masih lajang/single, mungkin kebutuhan kita masih sedikit, tetapi ketika sudah berkeluarga tentu kita memiliki tanggungan hidup yaitu kelaurga kita sehingga sudah pasti kita ingin melindungi keluarga dari hal-hal yang tidak diinginkan. Salah satu cara perlindungan bagi keluarga kita adalah memiliki asuransi untuk proteksi.

  • Siapa hayoh?

    ga suka kekerasan, sebel bunyi klakson, suka renang, ga suka makan babat, suka banget pizza dan buah duku