i’am a working mom

YES, i’am a working mom!

Tidak gampang memang menjadi seorang ibu, apalagi menjadi seorang ibu yang juga bekerja. Kenapa begitu? karena saya merasakannya, hehe. Terkadang ingin rasanya saya berhenti bekerja, mengurus sendirian Mika dirumah, mengurus sendirian segala sesuatu kebutuhan Mika dan suami, tetapi tetap yang saya pilih adalah bekerja. Bukan egois atau memaksakan diri untuk bekerja, lalu meninggalkan anak dan menyerahkan anak ke pada ART selama saya bekerja, tetapi karena memang ini adalah pilihan saya dan kesempatan saya untuk mengetahui dunia lain selain rumah yang nantinya bisa saya bagi bersama Mika ketika Mika besar nanti.

Selain itu, saya adalah seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS), yang memang untuk menjadi PNS itu sulit, banyak orang yang berlomba-lomba dan berharap bisa menjadi PNS, dan ALhamdulillah saya dapat melaluinya dengan mudah, mengikuti tes dengan mudah dan akhirnya diterima dengan mudah, sekali lagi Puji Syukur kepada Sang Satu. Saya berfikir, jika saya keluar, komitmen saya sebagai abdi negara yang berusaha mencoba untuk memberikan kontribusi dan pemikiran baru kepada lembaga akan hilang, walaupun sampai saat ini pemikiran-pemikiran tersebut mentok di birokrasi, hehe (yg ini hanya curhatan). Selain itu, saya berfikir saya sudah aman disini, sudah aman menjadi PNS, yang kelak saya bakal tetap di gaji sampai saya mati, kurang apalagi? mungkin kurang sesuai aja gajinya, hehe (sekali lagi ini curhatan).

Saya terus befikir, yakin apa saya ingin berhenti bekerja? kalo saya berhenti bekerja, saya tidak mempunyai penghasilan, bisa saja sih saya usaha jualan, tapi untuk yang ini saya memang tidak berbakat jualan. Kalo saya tidak mempunya penghasilan, saya tidak bisa membelikan mainan, baju buat Mika dan tidak bisa menambah penghasilan dari suami. Walaupun penghasilan suami lebih besar dari saya, tetapi kebutuhan hidup kami juga besar. Dengan saya mempunyai penghasilan, saya bisa membelikan kebutuhan Mika dari keringet saya sendiri tanpa harus minta dengan suami. Rasanya berbeda, ketika membelikan mainan atau baju untuk Mika dari uang saya sendiri dibanding dari uang suami, kepuasan tersendiri.

Saya pun berfikir, menjadi seorang ibu yang bekerja memiliki tantangan sendiri yang berbeda, yaitu:

  1. Tetap harus bekerja, dan memikirkan pekerjaan. Alhamdulillah saya tidak berangkat terlalu pagi dan tidak pulang terlalu malam. masih punya waktu yg cukup lumayan dengan keluarga.
  2. Tetap harus mengurus rumah. Walaupun punya ART, tetapi tetep aja ART nya musti diajarin dan dikasih tahu banyak.
  3. Tetap harus ngurus Suami.
  4. Masak. Masak buat Mika dan Masak buat gw, suami dan ART. Untuk urusan masak, saya tidak menyerahkannya ke ART.
  5. Mengurus Mika. ketika pulang kerja, it’s my time for Mika. ART sudah tidak boleh megang Mika. Waktunya bersama Mika sampai Mika tidur dan bangun lagi. begitu juga Weekend, Mika hanya dipegang sama saya, karena saya tidak ingin Mika tidak kenal ibunya, hehe alias jadi anak ART, huhu.
  6. dll yang mungkin hampir sama dengan ibu-ibu yang lain.

Tantangan itu tetap harus saya jalanin entah sampai kapan. Mungkin sampai saya berubah fikiran dan menjadi ibu rumah tangga biasa yang tak kalah mulianya atau sampai saya sudah tidak mampu lagi.

Tetapi yang jelas dan pasti, saya tidak pernah menyesal menjadi seorang istri dari Age, seorang ibu dari Mika, dan menjadi seorang PNS di LIPI. Ini adalah pilihan hidup saya, dan saya sangat tahu suami saya begitu mendukung apa yang saya pilih dan saya berharap Mika nantinya juga akan mengerti dengan pilihan saya saat ini.

Ya, Saya adalah seorang ibu yang bekerja dan saya adalah seorang ibu dari Mikail Shira Aydin Hadi. Apapun yang saya lakukan dan kerjakan, pasti untuk kebaikan Mika dan keluarga saya.

Si Kecil yang Sudah Mulai Besar

Pasti bingung dengan judulnya,  si Kecil yang sudah mulai besar?  hoho tak usah bingung, itu adalah istilah untuk anakku Mikail Shira Aydin Hadi. Kenapa si Kecil karena dia paling kecil di rumah, paling kecil antara sepupu-sepupunya dan lahir dengan badan yang kecil atau berberat badan rendah/premature.

Kenapa si kecil yang sudah mulai besar? karena sekarang Mika sudah hampir 14 bulan, badannya sudah tidak kecil lagi, sudah montok dan semakin pintar, sampe-sampe aku dan suamiku dibuat pusing olehnya, haha. Beratnya sekarang 10kg, masih dibilang kecil untuk ukuran anak umur segitu, tapi dibandingkan teman sebayanya di komplek, Mika paling Gendut, hehe. yang lainnya berat badannya dibawah 10kg, Puji syukur kepada Sang Satu, anakku bisa gembil dan lucu. Mika pun jarang sakit, sakit nya pas umur 6 bulan, ini benar-benar membuat saya sukses agak panik. Mika batuk pilek demam sampai sesak dadanya, tapi Alhamdulillah Mika bisa melewatinya dan sampai sekarang dia jarang sakit, paling pilek biasa yang 3 hari dah sembuh, hehe itu juga cuman sekali.

Pertamanya ragu dan khawatir, apakah Mika bisa seperti anak yang lain pada umumnya karena dia lahir premature. Banyak kasus yang mengatakan bahwa anak premature rentan akan sakit, daya tahan tubuh lemah dan lain-lain yang menyeramkan, jadilah saya tambah khawatir. Tapi dengan keteguhan hati dan support dari keluarga, saya harus bisa membesarkan Mika seperti anak yang lahir normal, dan Alhamdulillah Mika baik-baik saja tumbuh kembangnya, semua berjalan normal sesuai dengan tahapan umurnya. bisa tengkurap di umur 3 bulan, merangkak di umur 5,5 bulan, tumbuh gigi di umur 6 bulan dan berjalan di umur 12 bulan. Sekali lagi Thanks to Sang SaTu atas anugrahnya.

Sekarang si kecil itu sedang manja-manjanya, ini yang bikin saya dan suami serta ART pusing tujuh keliling. Kalo mau apa-apa dan tidak dituruti pasti yang keluar adalah tangisan, huhu. maunya main dan main, bercanda dan bercanda. Kalo saya dan suami mau pergi kerja, dia sudah tahu, Mika akan mendekatiku dan minta digendong, pengen ikut, jadilah kami mengajaknya keliling komplek dulu sebelum berangkat kerja, begitu juga pulang kerja, kalo sudah melihat kami pulang, langsung menunjuk ke motor suami dan minta diajak keliling.

Mika sangat suka dengan musik, setiap mendengarkan musik apapun, tangannya langsung bergerak menari sambil pantatnya digoyangin, ah lucu sekali. Kemarin sempat aku membawanya perdana melihat bapaknya Mika/suamiku manggung/ngeband, Mika sangat senang sampai tertawa terbahak-bahak dan bergoyang menari. huhu itu pertama kalinya diajak dan dai sangat antusias, senangnya!

Mika ku yang kecil sekarang mulai besar, semoga ibu dan bapak dapat terus mendampingimu sampai besar nanti ya nak!

  • Siapa hayoh?

    ga suka kekerasan, sebel bunyi klakson, suka renang, ga suka makan babat, suka banget pizza dan buah duku