Dahsyat Luar Biasa ala TUM

Pengaruh dahsyat yang luar biasa saya rasakan sejak mengenal The Urban Mama, dan ini adalah kisahnya.

Perubahan status dari lajang, berkeluarga, lalu menjadi ibu dengan seorang bocah kecil yang lucu -hadiah paling manis dari Tuhan- tidak semudah yang saya bayangkan. Kesulitan dirasakan terutama karena sejak itu muncul segudang celah pengetahuan akan hal yang belum pernah saya alami dan ketahui sebelumnya yaitu tentang bagaimana menjadi ibu agar dapat  mengasuh dan mendidik anak dengan baik. Keterbatasan itu membuat saya berusaha untuk mencari informasi sebanyak-banyaknya tentang dunia parenting. Untungnya pada era ini kita telah banyak dimudahkan dengan kemajuan teknologi, terutama untuk pencarian informasi. Internet adalah salah satu media utama yang saya gunakan sampai pada suatu titik saya menemukan The Urban Mama, suatu situs web yang memuat banyak informasi yang saya butuhkan. The Urban Mama (TUM) membuat saya makin percaya diri menjadi seorang ibu yang keren, cantik, baik hati, murah senyum dan pintar! Hehe. Tak apalah sesekali memuji diri sendiri.

Di TUM saya mendapat banyak informasi berguna. Hal ini berkisar tentang parenting, mengolah keuangan keluarga, serentet daftar dokter-dokter hebat, tempat wisata yang menarik, dan juga lokasi-lokasi belanja baik online maupun offline yang telah berakar menjadi hobi wajib.  TUM juga membuat saya memiliki satu lagi hobi baru, yaitu Kopdar member TUM! Di TUM saya dapat leluasa curhat dan berbagi tentang kelahiran prematur anak saya -Mika-, yang disebabkan pre-eklamsia. Saya tidak lagi merasa sendirian di dunia ini, ternyata banyak Mama lain yang senasib-sepenanggungan dan mereka memberi dukungan yang luar biasa. Mama-mama lain juga tak mau kalah ikut serta merangkul sehingga saya merasa lebih ringan menghadapi keprematuran Mika.

Selain curhat dan sharing banyak ilmu dan pengetahuan berguna yang saya dapatkan. Beberapa diantaranya adalah pilihan memberi Susu UHT berserta takaran yang baik untuk Mika selepas dia berumur satu tahun karena saya tidak lagi dapat memproduksi ASI. Selain itu saya juga berusaha menerapkan konsep latihan bertoilet pada Mika, walau sampai sekarang belum berhasil dan menjadi PR buat saya. Masih banyak lagi topik dan bahasan di TUM yang dapat saya serap. Mulai dari proses kehamilan, melahirkan, mengasuh bayi sampai memilih sekolah anak dan mengatur anggarannya yang membuat saya percaya diri dalam membesarkan si Mika kecil. Dan yang lebih serunya lagi di TUM tidakk hanya membicarakan tentang anak, tetapi juga tentang  Mama dan Papa (sebagai orangtua) yang memiliki topik yang tak kalah menarik untuk dibahas dan dibagi pada sesama.

Pengaruh lain yang sangat luar biasa untuk saya adalah saya menemukan teman baru yang sama luar biasanya. Tak pernah terbayangkan sebelumnya memiliki teman-teman baru yang gaul, keren, asyik, heboh dan pintar. Semenjak lulus kuliah lalu bekerja dan menikah, saya terpisah jauh dengan teman-teman dekat. Saya menikah lebih dulu dibanding dengan teman-teman, sehingga untuk ngobrol masalah anak dan keluarga dengan mereka jadi agak susah nyambungnya. Hal ini menjadi salah satu alasan mengapa saya bergabung dengan TUM dan selalu bela-belain hadir kopdar untuk bertemu para Mama yang makin lama membuat saya memiliki makin banyak lagi teman super yang hebat. Kenapa saya bilang hebat? Karena Mamas di TUM ini benar-benar terbuka untuk berteman tanpa membedakan status sosial dan latar belakang lainnya. Merekalah yang membantu dalam banyak hal, termasuk menjawab pertanyan-pertanyan bodoh yang saya ajukan. Tidak hanya saya yang punya teman baru, Mika pun jadi punya banyak teman baru disini. Begitu pula sang suami -yang setia nganterin kopdar- mulai kenal dengan para Urban Papa yang tidak kalah keren dengan Urban Mama-nya. Ah, saya benar-benar senang memiliki teman-teman baru. Hidup menjadi lebih berwarna.

Situs web TUM itu didesain dengan keren, warnanya catchy, layoutnya modern dan terbuka dengan cepat dan baik. Penempatan artikelnya sistematis, sehingga mudah mencari artikel yang diinginkan. Bahasa yang dipilih pun terkesan ringan dan tidak ngejeliwet. Awalnya hal ini tidak membuat saya berpaling dari situs web parenting lainnya yang saya ikuti. Tetapi lama-kelamaan ke-catchy-an dan fitur-fitur OKnya terkesan sangat beda dengan yang lain. Saya merasa nyaman ketika browsing TUM. Jadilah saya perlahan mundur dari situs parenting yang lain.

Hihi, kesannya koq sombong amat ya saya, melihat situs parenting dari suatu desainnya? Bagi saya, ini sangat berpengaruh dan berbuah nilai tersendiri. Situs web yang dengan desain yang indah dan cantik, sesuai dengan tema, lalu dikemas dengan rapi membuat pengunjungnya jatuh hati untuk menghabiskan waktu menelusurnya. Nah hal tersebut saya dapatkan dari TUM, ditambah sekarang sudah ada versi mobile-nya, membuat saya semakin jatuh hati. Oh iya, karena begitu jatuh hatinya TUM, situs web TUM sampai saya bookmark di browser komputer desktop kantor, laptop dan telepon saya dan menjadikannya default-home. Jadi, ketika membuka browser, situs TUM langsung nongol. Tuing!.

Satu hal lagi yang saya suka dari TUM, yaitu Moto nya: “There is always a different story in every parenting style”. Moto ini kena banget buat saya. Bagi saya, setiap orangtua memang mempunyai cara tersendiri dalam mengasuh dan membesarkan anak mereka tanpa harus disama-samakan, dibeda-bedakan dengan cara orang lain bahkan cara orang tua kita sendiri, apalagi sampai dihakimi. Saya dan suami berpendapat sama, kami ingin memilih cara sendiri dalam mengasuh dan membesarkan Mika tanpa dibanding-bandingkan, walaupun hasilnya pasti banyak kesamaan dengan orangtua lainnya. Bagi saya perbedaan tersebut membuat kita semakin kaya ilmu dalam mencari style kita sendiri dalam dunia parenting, bukan cuma ikut-ikutan, tetapi menyerap ilmu yang baik dari cara yang dipilih orangtua lainya dalam membesarkan anak mereka.

Beruntung saya memiliki orangtua dan mertua yang berfikir cukup modern. Mereka tidak mau banyak terlibat dalam bagaimana saya dan suami mendidik anak serta menyerahkan sepenuhnya kepada kami. Wejangan dan standar baku dari orangtua dan mertua pasti ada, tetapi kembali, semua kami pilah-pilah dengan baik sehingga sesuai dengan gaya parenting kami. Nah, hal ini juga yang saya temukan di TUM, sesuai dengan motonya, tidak ada Mamas -sebutan member TUM- yang gemar menyalahkan  kesalahan member lainnya jika ada yang memilih gaya parenting yang tidak sesuai dengan dirinya atau masyarakat pada umumnya, bahkan jika memang salah. Kasus tunjuk maling, saya menyebutnya, dimana si (baru) tertuduh maling ini langsung dihakimi bersalah seratus persen, tanpa mengetahui dahulu duduk perkara, alibi dan alasannya.

Sepengamatan saya, kasus seperti itu banyak terjadi di komunitas parenting lain. Berbeda dengan TUM, disini saya dibuat sangat nyaman dan tidak takut dalam bercerita, tidak takut nantinya akan disalahkan. Komentar yang dilayangkan lebih kepada berbagi pengalaman walaupun berbeda. Member TUM saling memberi dukungan moril dan saling mengarahkan pada pendapat lainnya yang dikira pantas, bahkan pada pendapat ahli yang dikutip dari berbagai sumber. Pada hakikatnya kita sama-sama manusia yang berilmu terbatas dan kerap kali salah. Saling berbagi membuat kita berwawasan lebih luas lalu yakin dan percaya diri kedepannya untuk terus belajar menjadi orangtua yang lebih baik lagi. Yeah, hidup memang indah apabila kita dapat berbagi tanpa harus takut disalahkan.

Saya yakin, bahwa hampir semua member TUM adalah ibu-ibu muda seperti saya yang baru dalam berumahtangga dan memiliki anak. Banyak diantaranya yang sama gagapnya seperti saya tentang dunia parenting dan haus akan pengetahuan. Tetapi banyak juga member yang lebih senior jika dibanding saya dalam berumah tangga dan memiliki anak. Perbedaan-kesamaan inilah yang saya yakini membuat kami, The Urban Mama menjadi mama-mama yang hebat.

Menurut saya, TUM adalah jembatan bagi kami para orangtua untuk saling belajar, bertukar informasi dan saling berbagi. Tapi tak lupa, pondasi dari jembatan inilah yang amat penting, yaitu orang tua yang keren-keren yang seriap hari selalu setia berbagi di TUM. Karena itu, TUM sangat berpengaruh besar bagi saya dan keluarga. Dengan TUM, saya dapat terus belajar dan berbagi. Tapi yang jelas, dengan TUM saya bisa menjadi IBU yang keren buat Mika. Hihi.

Selamat ulang tahun TUM tercinta,

Terima kasih telah menjadi bagian yang luar biasa istimewa di keluarga saya.

Mika dan Dokter Gigi

Kemarin sore gw dan age menyempatkan diri untuk membawa Mika ke dokter gigi dengan niat buat memeriksa gigi Mika. Sebenernya sih gw udah lama banget pengen bawa Mika ke dokter gigi semenjak gw menemukan gigi Mika yang agak gereges kuning karena pengaruh sufor. Yup ini kesalahan gw sih karena membiarkan Mika tidur sambil ngempengin susu, jadilah giginya ga cemerlang lagi. Sempet stress dan panik sih ngeliatnya, soalnya gw merasa rajin nyikatin gigi Mika, tapi kenapa jadi ga bagus gitu?. Akhirnya gw nanya ke ahlinya gigi, yaitu nyokap gw, dan jawaban nyokap ya karena endapan sufor jadinya gigi Mika agak greges. Karena tahu begitu, akhirnya gw minta nyokap buat meriksain gigi Mika dan bikin tuh gigi yang bergereges kuning itu jadi kinclong.

Pertamanya Mika nurut dan mau dibersihin giginya sama nyokap, tapi pas giliran dipakein tambelan buat nutupin tuh greges kuning, dia sudah keburu bosan dan kabur. Karena untuk hal seperti ini anak kecil ga bisa dipaksa, jadilah nyokap ga mau memaksa Mika duduk di kursi pesakitan (haha ini istilah gw aja). Pernah mencoba untuk kedua kalinya, dan hasilnya tetep nihil, mungkin karena Mika tahu yang ngoprek-ngoprek giginya adalah neneknya sendiri dan gratis, makanya dia langsung kabur. Ok lah, sampai sini gw menyerah pada kenyataan bahwa Mika tidak mau diperiksa giginya.

Nah, keinginan gw untuk memperbaiki gigi Mika yang amat besar, jadilah gw tanpa sepengetahuan nyokap (sampai saat ini) pergi ke dokter gigi, karena kalo nyokap tahu gw ke dokter gigi pasti dia bakal ngomel sambil bilang: “ngapain lagi pake ke dokter gigi, sama mama aja! sayang uangnya!”. Yah siapa sih yang ga pengen gratis? tapi karena melihat kelakuan Mika seperti itu waktu di periksa ma nyokap, gw mencoba mencari alternatif lain sambil berharap Mika bisa nurut kalo sama orang lain. Jadilah gw pulang kerja langsung ke dokter gigi, dapet antrian nomor 3. Karena dari kecil sampai bangkotan begini gw ga pernah ke dokter gigi, selalu semuanya sama nyokap kalo masalah gigi baik tambel, cabut dan pasang kawat gigi, gw jadi ga tahu rasanya antri di dokter gigi yang ternyata lamanya bukan main.

Sampai akhirnya kami dipanggil dan masuk keruangan dokter. Dokter giginya agak kaget waktu tahu pasiennya adalah anak kecil yang belum juga 2 tahun, soalnya ini adalah pasien pertama beliau yang paling kecil, hihi. Waktu masuk ke ruangan, Mika langsung mengambil mobil-mobilan yang dipajang di meja bu dokter ini. Beruntung dokter ini punya mainan sehingga Mika nurut untuk diajak ke tempat duduk pesakitan (sekali lagi ini hanya istilah gw ya….) dan dengan manisnya membuka mulut. Setelah diperiksa ternyata bu dokter menemukan lubang kecil di gerahamnya Mika, doeng doeng doeng koq bisa ya? Hiks saat itu juga rasanya gw pengen nangis dan merasa bersalah banget, koq gw ga becus sih ngurus gigi anak? padahal gw sudah mati-matian untuk  nyikatin gigi Mika. Yang tadinya gw pengen nambel greges-gregesnya Mika akhirnya ga jadi, tindakannya dialihkan menjadi menambal lubang yang ada di gerahamnya Mika. Duh beneran deh, kalo sampai nyokap gw tahu, bisa dikasih ceramah 7 hari 7 malem nih.  Dibalik kesedihan gw, gw bertekad untuk memberikan perhatian yang lebih untuk masalah gigi Mika ini.

Tetapi yang membuat gw seneng adalah, Mika ga rewel dan ga nangis ketika giginya diperiksa. Dia sangat menikmati prosesi penambalan gigi itu walupun agak sedikit susah disuruh buka mulut yang lebar karena dia lebih memilih menggigit kaca mulut. Tapi lepas dari gigit menggigit kaca mulut itu, Mika enjoy menjalaninya sampai selesai. Horayyyyyy!!!!!

Persembahan dari Kakak-Kakak Cantik

Kebetulan Mika merupakan cucu pertama dari keluarga gw dan cucu keempat dari keluarga age. Walaupun cucu keempat, tapi Mika merupakan cucu laki-laki satu-satunya disini. Karena dia cucu laki-laki satu-satunya dan untuk sementara paling bontot, jadilah Mika amat disukai oleh kakak-kakaknya yang cantik-cantik. Kakak-kakaknya ini heboh dan seneng banget kalo udah ketemu Mika, begitu juga Mika, mereka bisa pada kompak main bersama dan seru-seruan. Terkadang gw aja salut ngeliat kakak-kakaknya Mika ini yang masih pada SD tapi bisa ngejagain dan ngajakin main Mika sampai nyuapin Mika makan, hihi.

Nah karna pada sayang sama Mika, 2 kakak-kakak nya Mika yang cantik dan lucu ini membuat saduran lagu yang dipersembahkan buat Mika. Nada lagunya sih diambil dari lagu Pelangi-Pelangi, tetapi dirubah liriknya jadi seperti ini:

Mikail-Mikail, Alangkah Gantengmu

Merah Kuning Hijau, Warna Bajumu

Ketawamu Lucu, Membuatku Rindu

Mikail Mikail, Always I Love U

Huaaaa, gw sama age langsung terharu gitu dengernya ketika 2 bocah cantik-cantik itu pada nyanyiin lagu ini. Terharu karena ga nyangka aja, anak-anak kecil ini pada bisa nyari kata-kata buat bikin sebuah lagu walaupun nadanya masih pake nada lagu lain. Yang lucunya, pas dinyanyiin ini sama kakak-kakaknya, Mika cuman bengong dan langsung tepuk tangan pas lagunya habis, hihi. Karena lagu ini, jadi kadang-kadang gw suka ikutan nyanyiin juga deh buat Mika

Kereta atau Gerbong Khusus Wanita?

Semenjak PT. KAI Commuter menerapkan adanya gerbong khusus wanita pada KRL Ekspress dan KRL Ekonomi-AC yang terletak di gerbong 1 (depan) dan gerbong 8 (belakang), saya sebagai pengguna KRL sejati pun ikut mencoba menggunakannya. Kesannya? memang lebih nyaman dibandingkan berada di gerbong campuran, semua berisi wanita baik yang tua maupun yang muda.

Di dalam atau bagian luar gerbong diberi tanda atau sticker yang menandakan bahwa ini adalah gerbong khusus wanita. Tetapi gw agak sedikit tergelitik dengan tulisan yang ada di tanda atau sticker tersebut. Pada tanda ataupun sticker tersebut tertulis “Kereta Khusus Wanita“, apa yang salah?. Menurut pandangan gw sebagai orang awam, jika tanda tersebut bertuliskan Kereta Khusus Wanita, kenapa tidak semua gerbong di kereta khusus untuk para wanita? tetapi kenapa hanya gerbong 1 dan 8 saja yang khusus wanita?. Sepertinya ini merupakan kesalahan dalam pemberitahuan yang bisa dibilang  tidak sesuai dengan yang dimaksud. Menurut gw seharusnya tanda tulisan itu adalah Gerbong Khusus Wanita bukan Kereta Khusus Wanita!. Menurut Wikipedia, Kereta api adalah sarana transportasi berupa kendaraan dengan tenaga gerak, baik berjalan sendiri maupun dirangkaikan dengan kendaraan lainnya, yang akan ataupun sedang bergerak di rel. Kereta api merupakan alat transportasi massal yang umumnya terdiri dari lokomotif (kendaraan dengan tenaga gerak yang berjalan sendiri) dan rangkaian kereta atau gerbong (dirangkaikan dengan kendaraan lainnya). Nah, dari pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa  kereta terdiri dari beberapa gerbong, oleh karena itu seharusnya tulisan tersebut dirubah menjadi Gerbong Khusus Wanita. Ini bukti penampakan tanda atau sticker yang gw maksud:

Tidak hanya 1 sticker atau tanda seperti diatas saja tapi ada beberapa sticker atau tanda yang lain dengan versi yang berbeda tetapi tulisannya tetap sama, yaitu kereta khusus wanita. Untuk hal ini seperti ini terkadang gw suka tidak mengerti, apakah sebelum dicetak lalu dipasang dan dipublikasikan ke masyarakat umum tidak ada penyuntingan kata-kata terlebih dahulu? Yang gw tahu sih seharusnya ada ya, atau tidak ada? atau ada maksud yang lain di balik itu? gw pun tak tau pasti. Tapi gw mencoba berfikir positif, semoga saja ini awal dari adanya Kereta Khusus Wanita kedepannya dan benar-benar terlaksana, jadi tidak hanya gerbong saja yang khusus wanita tetapi kereta khusus wanita sesungguhnya.

Tetapi dibalik kesalahan penulisan itu, gw tetep bersyukur koq ada gerbong khusus wanita ini, selain agak sedikit nyaman, jadi sedikit lebih longgar dan beraroma lebih harum dibandingkan gerbong campuran. Nyaman karena semua penghuni gerbong adalah wanita, jadi kalau kereta penuh pun dan harus berdesak-desakan sesama wanita lebih nyaman lah dibanding berdesak-desakan dengan pria yang terkadang suka memanfaatkan kesempatan. Lebih longgar karena ga ada pria-pria berbadan tambun yang masuk ke gerbong itu dan menghabiskan tempat, hihi. Lebih harum karena isinya wanita, ga ada bau bekas asapa rokok yang menempel di baju atau jaket para pria.

Dibalik sedikit kenyamanan itu, ada beberapa hal yang terkadang jadi tidak nyaman. Salah satu contoh adalah kurang perhatian atau kurang sadarnya wanita-wanita yang duduk di bangku khusus (ibu hamil, manula, orang cacat dan bawa anak). Gw sering menemukan wanita-wanita yang duduk di bangku khusus ini jadi tidak sadar akan fungsi bangku khusus karena adanya gerbong khusus wanita ini. Padahal gw berharap dengan adanya gerbong khusus wanita ini, wanita-wanita jadi lebih perhatian dan saling membantu. Kalo emmang ingin duduk nyaman tanpa ada gangguan ya sebaiknya sadar diri untuk tidak duduk di bangku khusus tersebut. Apakah harus di tegur terlebih dahulu baru memberikan tempat duduk?. Yang lebih membuat tidak nyamannya lagi adalah para penjaga gerbong khusus wanita ini yang tidak bisa mengambil sikap. Seharusnya tau dan paham bahwa bangku khusus itu diberikan kepada orang-orang yang khusus, jadi ketika ada orang khusus yang membutuhkan, seharusnya para penjaga gerbong ini membantu orang khusus tersebut untuk mendapatkan hak nya. Tetapi yang sering gw temukan adalah para penjaga gerbong ini asyik sendiri, ngobrol dengan temannya bahkan ada pula yang pacaran. Gw sih ga masalah mereka mau ngobrol ataupun pacaran, tetapi seharusnya mereka juga sadar lingkungan, ketika ada yang membutuhkan mereka harus siap sedia, bukannya pura-pura tidak tau. Tetapi untungnya masih ada wanita-wanita lain yang sadar dan berani mengambil sikap, memberikan tempat duduk kepada yg membutuhkan. Semoga hal ini bisa dicontoh oleh wanita-wanita lain dan pria-pria yang belum sadar dalam mengambil sikap.

Sangat berterimakasih dengan adanya transportasi KRL yang bisa membuat perjalanan ke kantor lebih cepat dibandingkan naik transportasi lain, walaupun terkadang gw suka mara-marah jika KRL mengalami keterlambatan. Yang jelas gw berharap kedepannya PT. KAI Commuter bisa lebih meningkatkan pelayanannya.

MERTUA

Semenjak menikah, kehidupan gw pun berubah, berubah dalam arti kata punya keluarga baru yang ga hanya keluarga kecil yg baru gw bangun sama suami tapi juga keluarga besar dari suami yaitu orangtua suami, kakak-kakaknya suami. Rasanya? seneng punya keluarga baru dan makin menambah hidup gw jadi lebih istimewa dan berwarna. Yang lebih utama lagi adalah punya orangtua baru alias MERTUA.

Baiklah, disini gw akan ngomongin tentang mertua gw terutama mama mertua. Banyak temen-temen gw suka curhat tentang mertuanya lah, calon mertuanya lah dan kebanyakan yang di ceritain yang jelek-jeleknya aja. Sampai pada titik semua temen gw itu bertanya: “Kalo mertua loe gimana dit? bawel ga? galak ga? enak ga orangnya?” dan segerombolan pertanyaan-pertanyaan lainnya. Ehmmm, okay mertua gw gimana? ya kayak gitu aja, emang musti gimana? hehehe. Tapi yang jelas, jawaban temen-temen gw itu gw jawab dengan: “Bawel? ga sama sekali!. Galak? ga sama sekali!. Rese? ga sama sekali!. Enak ga orangnya? Enak bgt! (emang makanan!)”. Dan pasti yang keluar dari mulut-mulut temen-temen gw itu adalah: “Ah masa sih? bohong loe!” atau “Ih enak banget punya mertua kayak gitu”. Ya begitulah kenyataannya, gw ga pernah bohong tentang mertua gw karena emang mertua gw emang asyik orangnya, karena asyiknya makanya gw sayang mereka sama kayak gw sayang orangtua gw sendiri. Kenapa gitu? ini penjabaran gw tentang mertua (simak baik-baik), hehe.

Dari pertama kali gw kenal sama anaknya (age) yg sekarang jadi suami gw, mertua gw terutama nyokap selalu open sama gw, ngebuka hatinya ke gw, kalo bokap mertua ya standar bapak-bapak lah, ga banyak ngomong walaupun gw tau banget dia perhatian sama gw, hihi. Semenjak gw pacaran sama anaknya, gw emang sering ketemu mereka, main kerumah mereka, dengerin mereka cerita, kenalan sama kakak-kakak nya age, bahkan gw suka ngintil ikut ke acara keluarga besarnya mereka yang ngebuat gw akhirnya semakin lama semakin deket sama mertua gw ini. Ya iyalah secara gw pacaran sama age 6 tahun!. Tapi ga karna gw pacaran lama juga gw bisa deket, karena banyak juga yg pacaran lama tapi ga deket juga sama mertuanya, iya kan? Entahlah, mungkin gw sama mertua gw terutama mama mertua udah klik kali ya dan selain itu juga emang si mama ini baik bener orangnya, ga cuman ke gw, ke semua menantunya juga baik dan sayang sama kayak sayangnya ke anaknya. Dulu waktu gw pacaran sama age, sering banget gw dimasakin sama mama, secara kan gw anak kostan, jadi kalo beliau lagi masak yang banyak dan enak pasti deh si age langsung disuruh ke kost gw buat bawain tuh masakan, yang seneng ga cuman gw doang, tapi anak kost gw juga pada seneng kalo dibawain masakan si mama, hihi. Bahkan pernah waktu age ga ada, si mama malah nyuruh kakak ipar gw buat nganterin masakannya ke kost gw, hihihi. Oh ya, yang lebih istimewanya lagi, karena gw ga suka pedes, akhirnya mama masak jadi ga pedes padahal seisi rumah itu pada doyan semua. Pernah age sama teteh protes: “Ma, koq sambel gorengnya ga pedes kayak biasanya sih?”. Dan si mama jawab dengan polosnya: “Iya emang sengaja, kasian dieta kalo pedes nanti ga bisa makan, kalo kalian kurang pedes, bikin sambel lagi aja” hahahaha, yang ada age ma teteh langsung manyun sambil bilang: ” Uh dasar mantu kesayangan mama!” hihihi. Nah makanya, gimana gw ga sayang coba sama mertua gw?

Selain itu, mertua gw ini emang ga pernah marah, terutama mama ya, dari cerita age dan teteh sih emang mama tuh ga pernah marah sama mereka, lah ke anaknya aja ga pernah marah apalagi ke menantu kan?. Mertua gw ini juga amat mandiri walaupun sudah pada sepuh, mereka menyuruh semua anak-anaknya ketika menikah untuk keluar dari rumah, terserah mau beli rumah sendiri ataupun ngontrak, yang penting keluar dari rumah agar kita anak dan menantunya mandiri ngejalanin kehidupan berumahtangganya. Lalu mereka berdua aja? Yup!. Sempet ga tega ngeliat mereka udah sepuh cuman berdua aja, gw pun sama age dan teteh berencana untuk mencarikan pembantu buat mereka, minimal si mama dan papa ga ngerjain kerjaan rumah, tapi apa? mereka ga mau sama sekali! jawabannya: ” Kalo ada pembantu, nanti mama sama papa ga ngapa-ngapain, ga enak, udah kami berdua saja”. Hiks, sedih denger jawabannya, cuman namanya orangtua kalo dah kekeuh ma ya kekeuh ga mau. Kadang gw sedih kalo liat mereka cuman berdua doang dirumah, tapi ngelihat mereka enjoy dan happy gw pun jadi lega ngeliatnya.

Yang jelas gw bangga dan salut sama mertua gw ini, kenapa gitu? Karena diantara keterbatasan yang mereka punya masing-masing, mereka bener-bener enjoy dan ikhlas ngejalanin hidup ini, dan gw pengen nantinya gw bisa seperti mereka. Mama mertua gw punya keterbatasan dalam penglihatan, istilahnya beliau sudah tidak bisa melihat lagi sejak age masih kecil kalo tidak salah, tapi beliau amat sangat ikhlas menerima keterbatasan yg beliau punya. Walaupun beliau memeliki keterbatasan penglihatan itu, beliau masih bisa Masak makanan yang enak! Sumpah, gw aja pas tau pertama kali kaget, koq bisa? ya itulah kenyataannya, semua pekerjaan rumah dikerjain sama mama mertua gw ini. Yang gw seneng adalah, semua keluarga menerima beliau apa adanya termasuk gw sang menantu. Gw melihatnya ini bukanlah suatu kekurangan tetapi kelebihan yang Tuhan kasih ke mama dan keluarga.

Dan satu hal lagi yang makin membuat gw sayang sama mertua gw adalah mereka ga mau ngerepotin kita, anak dan menantunya!. Nah untuk hal ini kadang bikin gw dan age kesel. Karena mereka ga mau ngerepotin kita, terkadang mereka sakit suka ga bilang, tau-tau pas dateng main kesana baru bilang kalo abis sakit, errrrrrr. Gw sama age emang ga tiap hari main kerumah mereka, tetapi sebisa mungkin seminggu sekali kita usahain untuk mampir melihat mereka, makanya terkadang gw sama age suka ngomel ke mama ataupun papa kalo ga ngasih tau kalo sakit. Oh ya, pernah gw sama age marah (bukan marah-marah ya) ke mama karena berencana mau pergi ke jakarta berdua aja sama papa. Oh God, gw sama age emang sudah ga ngebolehin mereka untuk pergi berduaan aja, karena emang kondisi mereka sudah susah untuk pergi berdua dan kita sudah mewanti-wanti, kalo ada kondangan atau acara di manapun kasih tau sebelumnya agar kita bisa mengantar mereka. Sumpah, ga tega gw ngebiarin mereka berduaan aja pergi jauh tanpa ada yg nemenin. Makanya, semenjak gw sama age marah karena mereka berencana mau pergi berdua dan ketahuan, akhirnya sekarang mereka bilang ke gw dan age kalo mau pergi. Gw pribadi lebih baik direpotin sama orangtua daripada gw ngebiarin mereka pergi dan terjadi apa-apa sama mereka. Huhu ngebayainginnya aja gw ga sanggup!.

Itulah sekilas tentang MERTUA gw. Ga pernah ikut campur urusan rumah tangga gw apalagi masalah anak gw, mereka sepenuhnya menyerahkannya ke gw dan age. Beliau lebih pada mensupport gw dan age dalam bentuk doa dan moril. Gw tau banget, sayangnya mertua gw ke gw bener-bener tulus dan ga dibuat-buat, beliau menganggap gw adalah anak mereka, ga hanya seorang menantu tetapi anak, begitupun juga gw, karena ketulusan mereka dan sayangnya mereka ke gw yang akhirnya membuat gw amat tulus menyayangi mereka seperti orantua kandung gw sendiri. Oh ya, gw sempet cerita hal ini ke nyokap gw, dan nyokap gw pun melihat sendiri betapa mertua gw sayang sama gw, dan nyokap gw bilang: “Bersyukurlah kamu bisa deket dengan mertua, dapet mertua yang baik dan sayang, anggep mertua itu adalah orangtua kamu sendiri”.

Yang pasti dan amat jelas, gw bersyukur sama Tuhan diberi anugrah mertua yang luar biasa. Tepat di hari ini dan tanggal ini 8 desember 2010, Mama mertua gw ulangtahun dan untungnya gw tadi pagi dah ngucapin bahkan age kalah start ama gw, hihi.

Happy Birthday Mama, semoga mama tetap menjadi bintang di hati kami.

  • Siapa hayoh?

    ga suka kekerasan, sebel bunyi klakson, suka renang, ga suka makan babat, suka banget pizza dan buah duku