4 Minggu Kandunganku

kini 4 minggu kandunganku berarti sama juga dengan sebulan kandunganku. Fuih, rasanya masih tak percaya menghadapi kehamilan ini, bisa dibilang luar biasa, anugrah yang luar biasa.

Ceritanya begini, setelah seminggu akhirnya aku kedokter lagi seperti yang dianjurkan dokter agar bisa lebih jelas melihat janin di kandunganku, karena berdasarkan pemeriksaan USG pertama kemarin, janinku masih belum spesifik sehingga perlu waktu seminggu lagi untuk menunggu melihat yang lebih spesifik. Jadwal periksa tanggal 29 Juli hari Selasa, aku tiba di dokter tepat pukul 17.30, dokter pun belum tiba, habis magrib kata bidan disana. akhirnya aku daftar terlebih dahulu, tensi darah dan timbang badan. karena katanya habis magrib, baiklah kutunggu, toh ga lama lagi magrib, sambil menunggu banyak juga pasien yang lain daftar untuk periksa. sampai magrib pun telah lewat, dokter tak kunjung tiba, mungkin jam 19.00 akan dateng dokternya, pikirku. tak lama aku mebatin seperti itu, tiba-tiba ada pasien yang datang untuk melahirkan dan langsung di bawa ke ruang besalin. waduh, jangan-jangan dokter musti tangani yang melahirkan lagi, pikirku. tepat jam 19.00 dkter dateng, dan bener saja dugaanku, dokter langsung masuk ke ruang bersalin. Oh my God…selesai jam berapa nih dokter, semua bidan dan suster sibuk mengurus yang bersalin, tinggal kami para pasien yang ingin periksa dicuekin begitu saja. Tak lama muncul bidan, kutanya apakah masih lama dokternya? wah sepertinya masih lama, karna ada yang melahirkan katanya. langsung saja aku minta buku periksa ku dan kukatakan bahwa aku ga jadi periksa, besok saja pikirku. setelah kuterima buku periksaku, ku pulang dengan suamiku.

Esoknya hari libur dan aku malas sekali untuk ke dokter, besok saja saetelah pulang kerja pikirku. dan benar esoknya tanggal 31 Juli 2008 hari Kamis pulang kerja aku ke dokter. Kira-kira magrib aku sampai di dokter. lalu ku bertanya pada bidan disana “dokternya ada?” “ada, tapi jam 19.30 paling cepet dokternya dateng, soalnya masih di jakarta” kata bidan tersebut. Huh, lama lagi pikirku, kulangsung tanya ke suamiku dan suamiku bilang “ya sudah tunggu saja”. akhirnya aku daftar dan seperti biasa ditensi darah dan timbang berat badan. selesai itu aku dan suamiku langusng ke rumah mertuaku karena dekat, menunggu disana saja daripada di dokter tak ada hiburan.

Jam 19.30 aku berangkat lagi ke dokter sambil berharap dokternya sudah tiba tapi kenyataannya dokternya ga dateng-dateng. bidan pun tak tahu dokter ada dimana dan sampai dimana. jam 20.00 masih juga dokter tak dateng. jam 20.20 bidan bilang kayaknya dokter masih lama, kalo mau nunggu silahkan tapi kalo ga mau nunggu gpp, besok saja. aku pun panik, dan berfikir kalo dokternya masih di Jakarta berarti masih lama sampai sininya, dan seorang ibu lain akhirnya menyerah, dia bilang besok saja datang lagi, baru ibu itu bilang seperti itu, tiba-tiba dokter dateng, wah…Alhamdulillah jadi juga periksa pikirku.

Aku urutan ke dua sehingga tak lama menunggu. ketika namaku dipanggil, aku langsung disuruh periksa USG yang masih sama yaitu USG Vaginal agar bisa terlihat jelas janinku. dan ternyata…terlihat walaupun masih segede kacang dan panjangnya baru 1,15 cm. hihihi masih kecil ya? ini kira-kira bentuk janinku :

Kira-kira begitu bentuknya, terlihat seperti kacang bukan? tapi aku bangga dengannya, suatu anugrah untukku. Doakan agar janinku sehat dan tak kurang apapaun.

  • Siapa hayoh?

    ga suka kekerasan, sebel bunyi klakson, suka renang, ga suka makan babat, suka banget pizza dan buah duku