Yuhu….Alhamdulillah Aku HAMIL….

Fuih lega rasanya dan bahagia ketika tahu bahwa diriku hamil, menakjubkan rasanya. begini ceritanya :

bulan kemaren aku haid tanggal 12 juni 2008, 4 hari setelah aku menikah, kebayangkan? ketika tgl 12 juli 2008 aku ga dapet haid tuh, kupikir hal yang biasa karna biasanya aku pasti telat, jarang sekali tepat waktu, jadi cuek saja. 2 hari telat tepatnya tgl 14 juli perutku sakit sekali sampai akhirnya kutakmemutuskan untuk bekerja. aku berinisiatif untuk kedokter, dan ku bilang ke suamiku:”pak perut ibu sakit, kedokter aja yah” lalu suamiku bilang:”ya sudah bu kedokter”. pergilah aku dan suamiku kedokter, sampai disana, diperiksa dan dokter nanya :”sakit di ulu hati?” aku jawab:”iya dok”, trus dokter periksa n hasilnya “ini infeksi lambung”. ya sudah dikasih resep dan surat istirahat. pulanglah aku dan suamiku. sampai dirumah suamiku nanya “apa kata dokter bu?” aku jawab”infeksi lambung pak”, kemudian suamiku nanya lagi “ibu bilang telat haid ga?” aku bilang “enggak”. suamiku ga yakin kalo aku sakit lambung, akhirnya kami memutuskan untuk memebeli testpack kehamilan. sampai dirumah aku coba test dan hasilnya (-) negatif. berarti bener nih kupikir, kalo aku bukan hamil tapi sakit lambung. paling-paling besok dah dapet haid.

Seminggu berlalu tapi tak nampak juga haid itu muncul. wah aku semakin penasaran apakah hamil atau tidak. tapi kucoba bersabar sampai 10 hari, kalo ga haid juga harus kuperiksa pikirku. aku tidak tinggal diam, kucoba cari informasi mengenai tanda-tanda kehamilan di internet dan ada yang sama salah satunya keram perut seperti rasa ditusuk-tusuk dan seperti rasa ingin haid, trus buang air kecil terus, mual dan muntah. aku mengalami hal seperti itu, tapi akupun ragu bener ga sih aku hamil?

tepat 10 hari ku tak mengalami haid yaitu tgl 22 Juli 2008, tepat juga perutku serasa keram yang amat dipagi hari dan sedikit mual. akhirnya ku ijin untuk tidak masuk kerja. perutku keram tak menentu, dan suamiku pun bingung. keram perut itu hilang timbul hilang timbul. ku bilang ke suamiku “pak, coba beli testpack lagi, ibu dah 10 hari ga haid dan gejalanya kayak orang hamil” dan suamiku bilang “iya nanti siang bapak bawain”.

Siang hari itu juga suamiku membeli lagi testpack dan memeberikannya padaku “ini bu, tes lagi aja”. aku deg-degan sekali takut hasilnya (-) negatif lagi, kalo (-) negatif lagi, berarti ada apa-apa dengan diriku. ku cemas sekali. ku coba memberanikan diri tuk mencobanya. Sumpah…..cemas sekali aku, kutunggu hasilnya dengan cemas, aku berharap yang keluar adalah 2 garis yang tandanya (+) positif sedangkan 1 garis yang tandanya (-) negatif. pertama yang muncul hanya 1 garis, aku sudah sedikit lemas, tapi ga lama garis yang 1 nya lagi muncul yang akhirnya menjadi 2 garis dan itu artinya (+) positif. Hore….akhirnya aku HAMIL. aku langsung teriak memberitahu suamiku “bapak hasilnya (+) positif”. suamiku tanpa ekspresi hanya tersenyum memelukku dan bilang “selamat ya bu”. bahagia sekali kami.  ini hasil testpack ku dengan 2 garis yang artinya (+) positif.

Masih merasakan hal yang tak diduga, aku masih penasaran, bener kan (+) positif? 2 garis kan? beberapa kali kulihat terus hasil test tersebut. sampai-sampai suamiku bilang “masih ragu bu? mo beli testpack lagi atau mo ke dokter kandungan aja biar yakin?” aku bilang “kedokter aja pak nanti malem biar puas”.

jam 6.30 habis magrib ku pergi kedokter, sampai di dokter jam 7.00 malem, ku daftar terlebih dahulu, tensi darah dan nimbang berat badan, selanjutnya menunggu dipanggil. ga lama menunggu akhirnya kudipanggil. ku bilang kedokter bahwa aku sudah testpack dan hasilnya (+) positif. dokter menyuruhku untuk ke tempat tidur untuk diperiksa. ya…aku di USG Vaginal, USG melalui vagina, baru seumur hidupku merasakan USG Vaginal seperti itu, yang rasanya biasa saja pikirku. dari situ terlihat ada janin ga dirahim ku, pertama nya dokter sulit menemukan janin ku, tapi akhirnya “ya dapet nih bu, ada bayinya, tapi masih kecil banget dan belom spesifik, tapi ini jelas bener bayi koq” fuih…syukurlah ternyata benar aku hamil. tak kelihatan jelas memang, makanya dokter memutuskan untuk aku kemabli lagi USG minggu depan tgl 29 Juli 2008, agar ga penasaran ma bentuk janinnya. Ini hasil USG rahim ku :

Bisa ngeliatnya ga? aku aja ga ngerti, tapi yg dikasih tahu suamiku, kira2 disitu lah letak bayiku, hehehe. masih kecil banget kira-kira besarnya  0.75cm. kecil kan? aku tak sabar melihat USG berikutnya. Doakan kandunganku baik-baik saja ya dan selamat sampai melahirkan tanpa kurang apapun, AMin.

Sunting di Kepala yang Menyiksa itu……..

Tak kusangka akhirnya aku menggunakan juga sunting di kepala yang menyiksa itu. perlu kujelaskan bagi kalian yang tak tahu sunting, sunting itu yang ada di kepala pengantin wanita padang yang besar dan tinggi itu, paham kan?.

Aku tak merasa tersiksa ketika menggunakan pakaian pengantin ketika akad, karena memang tidak begitu ribet, cukup kain dan kebaya, kemudian jilbab yang dihias dan ditambah dengan melati. begitu santai aku mengenakannya.

Tiba saatnya resepsi dimulai, dan aku harus menggunakan pakaian minang. pertama yang dilakukan, aku mengenakan pakaian minang yang berlapis-lapis, ketika ku pegang pakaian yang musti kupakai, aku langsung bilang “bajunya aja berat, apalagi suntingnya, matilah aku”. tapi karna bahagia, aku menyakinkan diri bahwa aku pasti bisa.

Apa yang mereka lakukan pada kepalaku? rambutku yang pendek dan sedikit itu dipilah-pilah dan diiket bersama seonggok / segepok daun pandan yang telah dikemas menjadi satu seperti bata bentuknya. rambutku diikat bersama daun pandan itu dengan begitu cepatnya sehingga sering pula aku teriak kesakitan. dan betenya, si pemasang sunting itu pun bilang “rambutnya irit banget”, fiuh…aku kan sudah setengah mati manjanginnya, masih juga dibilang irit, Dasar!. setelah rambutku berhasil di ikat semua ke daun pandan, tibalah saatnya pemasangan sunting satu persatu. karna sudah terbiasa memasangkan sunting di kepala orang, cepat sekali dia (wanita yang memasangkan sunting) memasangkan sunting tersebut ke kepalaku, sampai-sampai aku teriak beberapa kali karna rambutku tertusuk oleh sunting-sunting itu. tak ada 15 menit, sunting di kepalaku telah selesai dan sangat rapih dipasangkan olehnya. aku melihat ke kaca dan “wah….tinggi sekali suntingnya….”. tak bisa diprotes, ya sudahlah aku terima saja sunting setinggi dan sebesar itu. tetapi aku merasa bahwa sunting itu tidak kuat dikepalaku, karna kalo aku nunduk, sunting itu ikut bergerak, akupun menjadi khawatir dan kubilang ke dia ” mbak suntingnya kayak mo copot” dan dia bilang “enggak emang kayak gitu koq rasanya” dan benar saja, ketika aku hendak duduk tiba-tiba saja sunting itu bergerak dan rasanya ingin copot, aku pun berteriak, tapi…ga ada yang copot. dan katanya itu hanya efek saja karna rambutku pendek sehingga sulit untuk terikat dengan kuat. ya sudahlah apa mo dikata.

Tiba saatnya acara resepsi, aku harus berjalan iringan pengantin dari samping gedung sampai masuk gedung, lumayan panjang juga. aku pun hati-hati berjalan dengan mengenakan sunting yang aku sendiri pun belum terbiasa dengannya. sangat hati2 sekali sampai akupun tak berani atau tepatnya tak bisa tengok kanan kiri, takut suntingnya jatuh. ketika sampai di pelamina, aku merasakan bahwa rambutku tertarik, sakit rasanya. aku coba untuk memperbaiki letak sunting tapi tak ada hasil, masih saja sunting itu menarik rambutku. apa mo dikata, acara sudah dimulai dan sunting itu tak bisa diapa-apain, walhasil selama 2 jam respsi, aku merasakan kesakitan karena ketariknya rambutku.

Hal-hal yang kurasakan memakai sunting:

  • Ga bisa tengok kanan kiri, mo ambil minum yang ada di samping ku aja susah banget
  • Ga bisa cepika cepiki ma tamu2 yang dateng, dah diwanti2 ma juru riasnya “nanti kalo salaman jangan maju buat cium pipi ya, biar orang aja yang nyamperin buat cium pipi”
  • Sakit bukan kepalang ketika sunting itu menarik rambutku selama 2 jam
  • Ga bisa foto berpose bebas karena takut suntingnya copot
  • Intinya….Ga bebas deh…..

Selesai juga acaranya, yang kuinginkan hanya satu….cepet-cepet buka sunting ini. dan bener saja ketika satu persatu sunting itu dilepas, lega rasanya. aku bisa melakukan apapun dengan bebas tanpa ada beban.

Jadi…buat temen-temen yang mo nikah pake adat padang, siap-siap aja ya……

  • Siapa hayoh?

    ga suka kekerasan, sebel bunyi klakson, suka renang, ga suka makan babat, suka banget pizza dan buah duku