Pernikahanku 8 Juni 2008

Akhirnya, jadi juga aku menikah 8 Juni 2008 kemaren. Lega, senang, gembira, deg-degan juga. semua beban tentang acara pernikahan lepas juga, sekarang tinggal menjalani hidup baru bersama suami. Doakan kami ya.

Ini belum seberapa, banyak yang lainnya. tapi ntar aja.

Berita terkait pernikahan : http://agedieta.wordpress.com

Menikah dan Pekerjaan yg Menumpuk

Seminggu akan menikah ku tak bisa bernafas lega, yang kufikirkan bukan lagi masalah pernikahan yang akan kuhadapi, melainkan pekerjaanku yang menumpuk. dikejar oleh pekerjaan yang harus selesai sebelum aku cuti menikah, SIAL!!!. Pekerjaan itu adalah Usulan Kegiatan untuk tahun 2009 tentang Electronic Publishing, SIAL! kerjaan tersebut harus selesai pada minggu ini tepatnya 6 Juni 2008. Fuih, menyebalkan tentunya, tapi dengan berbesar hati, ku langsung bertanya banyak pada Mr.Google tentang Electronic Publishing yang ternyata hanya begitu saja maksudnya. Akhirnya aku paham akan maksud dari electronic publishing tersebut, kuabuat proposalnya dengan yakin tetapi APA? ternyata terjadi kesalahpahaman anatara aku dan BOSS Besarku tentang electronic publishing tersebut. Aku berfikir bahwa aku akan membuat suatu sistem atau aplikasi tentang publikasi ilmiah secara elektronik yang notabene adalah hasil dari apa yang telah diterbitkan, TAPI bukan itu yang dimaksud oleh BOSS Besarku, dia mengingnkan aplikasi secara keseluruhan atau istilahnya sistem yang kompleks tentang penerbitan melalui media internet alias penerbitan online kayaknya. Ya sudahlah….ku ganti lagi proposalku, cukup memusingkan memikirkan angka-angka yang harus kumasukkan untuk kegiatan tersebut. tanya sana sini akhirnya dapat juga angka itu. TETAPI…..belum selesai proposal yang kubuat, datang lagi kerjaan yang sama-sama tak bisa menunggu yaitu mengisi tentang Analisis Jabatan, Huh ingin rasanya aku menolak tapi apa daya, aku tak punya kuasa apapun untuk menolaknya. Biarkanlah, ini nanti saja kufikir.

Ku mencoba untuk fokus menyelesaikan proposal agar aku dapat mengerjakan anjab, dengan pusing kepala dan kesabaran yang tak ada hentinya (Apa sih?), selesai juga proposal tersebut dan ku yakin jauh dari sempurna tapi setidaknya ku telah berusaha, biarkan BOSS yang menentukan. Senangnya selesai, tapi masih ada satu lagi yang harus selesai, ku coba mencari tahu alias meminjam anjabnya temenku yang tugasnya sama ma aku, dah Jreng…..selesai sudah pengisian anjabku. dalam hatiku berkata “begitu saja?” menyombongkan diri, hihihi. Lega rasanya pekerjaan yang menumpuk tersebut telah selesai dikerjakan, akhirnya ku bias bernafas lega saat ini dan buktinya aku bisa menulis ini kan?hihihi.

Besok, aku masih masuk kerja walaupun setengah hari, ah andainya besok aku libur bahagianya sehingga ku dapat bermanja di salon, tapi apa day tangan tak sampai, aku harus ke salon untuk memanjakan diri sehari sebelum hari H ku, menyedihkan memang tapi tak apalah, kucoba menjalaninya. saat ini aku hanya berdoa agar Dia (CPP ku) kembali ke Indonesia dengan selamat dan tak kurang satu apapun dan pernikahan kami dapat berjalan dengan baik tanpa hambatan apapun. doakan aku ya KAWAN.

Aku ditinggal ke Kamboja

Bingung rasanya ketika diberitahu oleh dia (CPP – Calon Pengantin Pria ku) bahwa seminggu sebelum kami menikah dia akan ke Kamboja. Aku tidak ingin menahannya karena kufikir ini adalah kesempatan yang sangat baik untuk dia khusunya dalam kerjaannya. Kesempatan dia untuk keluar negeri tanpa harus mengeluarkan uang sendiri. Aku senang mendengar dia dapat kesempatan itu, dan karna senang aku mengizinkan dia pergi dengan syarat dia harus selesaikan dulu semua urusan pernikahan kami sebelum dia berangkat ke kamboja.

Dia begitu kaget ketika tahu aku mengizinkannya, karna dia fikir aku akan melarangnya. Dian berangkat kemarin 1 Juni sampai 5 Juni balik lagi ke jakarta. sebenarnya urusan dia ke Kamboja sampai tanggal 8, tetapi setelah melakukan penawaran, dia dapat waktu sampai 5 Juni. Fuih…setelah aku bilang ke dia, “ya sudah berangkatlah kesana”, seketika aku dihinggapi rasa ketakutan yang luar biasa, fikiran-fikiran yang seharusnya tak usah difikirkan. aku mulai merasa takut kalo dia pergi apakah dia akan kembali dengan selamat? aku akan menikah dengan siapa nanti kalo ada apa2 dengan dia dan itu membuatku tambah bingung. aku bilang ke dia ” ney, aku takut kamu pergi” tetapi dia dapat meyakinkanku bahwa insyaAllah tidak akan terjadi apa2.

Fuih…kupikir ini cobaan bagi kami, karna kata orang-orang kalo mau menikah itu cobaannya banyak sekali. Makanya kufikir ini cobaan untuk kami berdua, tetapi ada lagi cobaan yang kami terima yaitu….MIO kami hilang, hiks. ya sudahlah apa mau dikata, toh akhirnya kami bisa melewatinya yang menurut kami cukup baik.

Tibalah akhirnya waktu untuk dia pergi. Sehari sebelumnya kami masih disibukkan dengan berbagai macam hal, mulai dari mengurus rumah kami di Cimahpar yang setelah menikah nanti kami huni, yaitu berurusan dengan tukang bangunan untuk menutupi belakang rumah kami agar nantinya ketika kami tempati semuanya sudah beres. kemudian kami harus mengantar undangan ke beberapa orang yang belum kami sempat antar dan malamnya kami masih menonton acara yang teman-teman kami (keluarga berputar) adakan di Room. Akhirnya sampai di kost jam 12, aku langsung tidur agar besok pagi bisa bangun karna aku harus mengantarkan dia ke bandara jam 7.

Paginya aku bangun jam 6, masak air panas untuk mandi karna pagi2 Bogor begitu dingin dan tak kuasa bagiku untuk mandi dengan air yang begitu dingin.  habis mandi ku dandan dan bersiap sambil aku menunggunya mengantarkan motor ke rumahnya di Palayu. Karna lama menunggu, akhirnya aku ketiduran di kasur sampai dia datang dan membangunkanku. jam 7 kami berangkat dari kost menuju terminal Damri (terminal khusus bis damri ke bandara). Kami berangkat jam 7.30 dari Bogor menuju bandara Soekarno-Hatta. diperjalanan kami berdua tidak banyak berbicara karena kami lebih memilih melanjutkan tidur di bis karna perjalanan yang cukup panjang dan mata yang mengantuk. jadilah kami tertidur di bis.

Jam 8.30 kami sampai di Bandara, tepatnya di terminal 2 D. sampai disana kami mencari tempat duduk dan aku ke kamar mandi karna hasrat ingin pipisnya tak tertahankan. setelah itu kami menuju ke tempat makan sambil memesan makanan dan memakannya, kami berbicara ngalor ngidul sambil menunggu temannya datang. jam sudah menunjukkan jam 10, tibalah saatnya untuk dia check in, aku mengantarnya sampai pintu masuk, dia pamitan ke padaku sambil mengecup keningku. setelah kupastikan dia masuk, aku pergi meninggalkannya. Aku turun ke bawah dan berjalan sampai ke trminal F untuk mendapatkan bis damri yang ke Kp. Rambutan. kubeli tiket kemudian kududuk menunggu bis yang belum datang, tak berapa lama bis damri yang kutunggu datang, aku naik dan mencari duduk dibelakang dan dekat jendela. aku telfon dia dan dia masih check ini di dalam karna antrian yang panjang. aku bermain game di HP ku dan sampai akhirnya dia menelfonku untuk mengabarkan pesawatnya telah datang. aku tertidur di bis, dan sampai di Kp. Rambutan kemudian aku naik angkot menuju rumah. Aku mendapatkan SMS dari dia yang mengatakan : “Dah di pesawat, dapet jendela. Sampai jumpa, ney! Cek imel ya…mungkin aku dapet koneksi inet…aku cinta kamu, Calom Mempelai Wanitaku! Hp off”. Tersenyum sendiri aku membaca sms darinya dan tiba2 kenapa aku jadi kangen dia? ah sudahlah.

Sampai sorenya jam 17.45 aku mendapatkan sms darinya: “Baru sampai bandara phnom penh. di taksi ke hotel. cerita lengkapnya nanti di blog kl ada inet. tlg kasih tahu ma ku jg”. senang rasanya mendapatkan kabar dia sampai dengan selamat.

  • Siapa hayoh?

    ga suka kekerasan, sebel bunyi klakson, suka renang, ga suka makan babat, suka banget pizza dan buah duku